Samsung Electronics mencatatkan rekor baru di pasar smartphone lipat. Lini Galaxy Z Fold 8 Series berhasil membukukan 1,44 juta pre-order hanya dalam tujuh hari di Korea Selatan, menjadi angka pemesanan awal tertinggi sepanjang sejarah smartphone Galaxy.
Capaian tersebut melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Galaxy Note 10 dengan 1,38 juta unit pada 2019, Galaxy S26 Series sebanyak 1,35 juta unit awal tahun ini, serta Galaxy Z Fold 7 dan Galaxy Z Flip 7 yang mencatatkan 1,04 juta pre-order.
Dengan angka tersebut, Samsung rata-rata menjual sekitar 140 unit setiap menit selama masa pre-order yang berlangsung pada 28 Juli hingga 3 Agustus 2026.
Fold 8 Jadi Bintang, Bukan Model Ultra
Menariknya, model yang paling banyak diminati bukan Galaxy Z Fold 8 Ultra, melainkan Galaxy Z Fold 8 versi reguler.
Sekitar 70 persen dari total pemesanan berasal dari Galaxy Z Fold 8 yang mengusung desain baru dengan rasio layar 4:3 ketika dibuka dan bentuk yang lebih pendek serta lebar dibanding generasi sebelumnya.
Samsung menilai perubahan desain tersebut menjadi salah satu alasan utama meningkatnya minat konsumen.
Pendekatan baru ini membuat layar luar terasa lebih nyaman digunakan seperti smartphone konvensional, sementara layar utama tetap menawarkan pengalaman menyerupai tablet ketika dibuka.
Pengguna Mulai Tinggalkan Smartphone Konvensional
Data operator seluler Korea Selatan juga menunjukkan perubahan perilaku konsumen.
Di jaringan SK Telecom, sebanyak 62 persen pemesan Galaxy Z Fold 8 Series berasal dari pengguna smartphone model batang (bar-type smartphone). Angka tersebut meningkat sekitar 10 poin persentase dibanding generasi sebelumnya.
Temuan ini mengindikasikan bahwa smartphone lipat mulai menarik pengguna di luar kelompok pengadopsi awal (early adopters).
Selain itu, Samsung mencatat separuh pembeli melalui toko daring resminya berasal dari kelompok usia remaja hingga 30-an tahun. Jumlah pembeli perempuan pada kelompok usia tersebut juga meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding generasi sebelumnya.
Untuk pilihan warna, Cream menjadi favorit pada Galaxy Z Fold 8, sedangkan Pink menjadi warna paling diminati untuk Galaxy Z Flip 8.
Rekor Belum Tentu Menjamin Dominasi Global
Meski mencatat rekor di pasar domestik, tantangan Samsung di pasar global masih jauh dari selesai.
Persaingan di segmen foldable kini semakin ketat dengan kehadiran produsen asal China seperti Honor, Huawei, OPPO, dan vivo yang menawarkan perangkat lebih tipis, baterai lebih besar, serta pengisian daya lebih cepat.
Di sisi lain, Apple juga diperkirakan akan memasuki pasar smartphone lipat dalam waktu dekat. Kehadiran iPhone Fold diperkirakan berpotensi mengubah peta persaingan, terutama di segmen premium yang selama ini menjadi basis utama Samsung.
Analis menilai Samsung memiliki keuntungan sebagai pionir dan pemimpin pasar foldable. Namun perusahaan tetap harus membuktikan bahwa inovasi pada Galaxy Z Fold 8 mampu mempertahankan daya tariknya ketika kompetisi semakin ramai.
Pasar Foldable Mulai Memasuki Fase Baru
Rekor pre-order Galaxy Z Fold 8 menunjukkan smartphone lipat perlahan bergeser dari kategori produk eksperimental menjadi perangkat premium yang mulai diterima pasar lebih luas.
Namun keberhasilan tersebut baru mencerminkan antusiasme awal di Korea Selatan.
Samsung dijadwalkan mulai memasarkan Galaxy Z Fold 8 Series secara bertahap di sekitar 100 negara, termasuk Indonesia. Keberhasilan global perangkat ini akan menjadi indikator penting apakah pasar foldable benar-benar memasuki fase pertumbuhan baru atau masih bergantung pada pasar domestik Samsung.














