5 Cara Aman Tinggalkan Mobil Listrik dalam Waktu Lama Menurut Pakar ITB

5 Cara Aman Tinggalkan Mobil Listrik dalam Waktu Lama Menurut Pakar ITB

Kepemilikan kendaraan listrik (EV) yang makin menjamur membawa tantangan baru dalam hal perawatan, terutama ketika mobil harus ditinggalkan di garasi dalam waktu lama—seperti saat pergi dinas ke luar kota atau liburan panjang.

Jika salah penanganan, baterai mobil listrik bisa mengalami degradasi (penurunan kualitas) hingga kerusakan fatal. Pengamat industri otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, mengingatkan bahwa perlakuan terhadap mobil listrik yang ditinggal lama sangat berbeda dengan mobil bermesin pembakaran dalam (ICE).

“Hindari kondisi (baterai) kosong atau penuh yang mempercepat degradasi. Degradasi ini merupakan proses alami penurunan kapasitas sel baterai. Parahnya, kejadian ini dapat mengurangi jarak tempuh maksimal dan performa pengisian daya,” jelas Yannes di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Agar baterai utama dan aki mobil listrik Anda tetap awet dan tidak “ngambek” saat akan digunakan kembali, Yannes membagikan 5 langkah wajib berikut ini:

1. Cabut Terminal Negatif Aki 12V Sama seperti mobil biasa, mobil listrik juga memiliki aki 12V untuk menyuplai komponen elektronik ringan. Yannes sangat menyarankan pemilik untuk melepas terminal negatif pada aki 12V. “Tujuannya untuk mencegah deep discharge (kekosongan daya ekstrem) yang merusak,” tegasnya.

2. Jaga Daya Baterai Utama di Level 40-60 Persen Jangan tinggalkan mobil listrik dalam keadaan baterai terisi penuh (100%) atau nyaris habis (di bawah 20%). Posisi daya paling ideal dan aman untuk sel baterai saat standby dalam waktu lama adalah di rentang 40 hingga 60 persen.

3. Matikan Fitur ‘Mobil Pintar’ Mobil listrik modern sarat akan fitur canggih yang selalu menyala di latar belakang. Pastikan Anda menonaktifkan semua fitur connected car (mobil terhubung internet/aplikasi) dan keyless entry. Fitur-fitur ini secara diam-diam terus menyedot daya dari aki 12V jika tidak dimatikan.

4. Parkir di Tempat Teduh Suhu adalah musuh utama baterai lithium-ion. Hindari menjemur mobil listrik di bawah terik matahari langsung. Parkirkan kendaraan di garasi yang teduh dengan suhu ruangan yang stabil, idealnya di kisaran 15-25°C untuk menjaga kesehatan sel baterai.

5. Panaskan dalam Mode ‘Ready’ Jika memungkinkan, titipkan kunci kepada orang rumah atau pihak yang dipercaya. Instruksikan mereka untuk menghidupkan mobil hingga indikator menunjukkan posisi “Ready” selama 15-20 menit setiap 1-2 minggu sekali. Langkah ini akan memicu sistem untuk mengisi daya aki 12V dan menjaga sirkulasi elektronik kendaraan beroperasi normal.

Visited 9 times, 1 visit(s) today