Ajang pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di Surabaya tak cuma jadi tempat jualan. Pameran ini juga dimanfaatkan sebagai wadah edukasi bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, lewat program ‘Education Day’ yang digelar pada 28-29 Agustus 2025.
Menurut Project Director GIIAS, Abiyoso Wietono, program ini adalah bentuk komitmen GIIAS untuk menjembatani dunia pendidikan dengan industri. Tujuannya jelas: memberikan wawasan langsung tentang perkembangan industri otomotif modern.
“Melalui interaksi langsung dengan industri, kami berharap para pelajar dapat memahami tantangan, peluang, dan transformasi yang tengah berlangsung di sektor otomotif,” kata Abiyoso.
“GIIAS Surabaya 2025 adalah ruang belajar terbuka yang memungkinkan mahasiswa melihat, mendengar, dan mengalami langsung teknologi otomotif terkini,” imbuhnya.
Program ini disambut antusias oleh 150 mahasiswa dari berbagai universitas di Surabaya, seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Kristen Petra. Mereka diajak langsung menjelajahi pameran yang diikuti oleh 30 merek otomotif.
Para mahasiswa berkesempatan melihat langsung beragam teknologi kendaraan, mulai dari mobil listrik, hibrida, hingga konvensional. Tak hanya melihat, mereka juga berinteraksi langsung dengan para profesional di booth peserta pameran.
Sesi diskusi interaktif menjadi momen paling berharga. Di sini, para mahasiswa bisa bertanya langsung soal teknologi, riset, strategi pengembangan produk, hingga arah inovasi masa depan. Ini memberikan mereka pemahaman yang tidak hanya teoritis, tapi juga praktis dan aplikatif, sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
GIIAS Surabaya 2025 membuktikan bahwa sebuah pameran bisa lebih dari sekadar ajang bisnis. Dengan menghadirkan program edukasi seperti ini, GIIAS turut berkontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan industri otomotif di masa depan.














