Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Dapat Sorotan Media Asing

Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Dapat Sorotan Media Asing


Nama mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim kini menjadi sorotan media internasional setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek.

Berita ini, yang mulanya hangat di Tanah Air, kini menjadi konsumsi publik dunia. Sejumlah media asing, termasuk kantor berita ternama Associated Press dan media Singapura, The Straits Times, turut memberitakan kasus ini.

Dalam laporannya, Associated Press secara gamblang menyebut Nadiem sebagai pendiri Gojek, perusahaan transportasi daring yang kini menjelma menjadi raksasa teknologi. Media berbasis New York itu melaporkan bahwa Nadiem ditangkap pada Kamis (4/9/2025) setelah menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung (Kejagung).

Kasus yang menjeratnya terkait dugaan skandal korupsi pengadaan laptop Google Chromebook untuk sekolah-sekolah di Tanah Air. Penyelidikan ini berfokus pada peran pengawasan Nadiem selama masa transisi pembelajaran jarak jauh saat pandemi COVID-19.

Saat digiring masuk ke mobil tahanan, Nadiem sempat melontarkan pernyataan yang disitir oleh Associated Press. “Saya tidak melakukan apa-apa, kebenaran akan terungkap,” katanya. “Tuhan akan mengungkapkan kebenaran! Bagi saya, sepanjang hidup saya, integritas adalah nomor satu, kejujuran adalah nomor satu. Semoga Tuhan melindungi saya.”

Associated Press juga mengupas program ‘digitalisasi sekolah’ yang diinisiasi Nadiem. Proyek bernilai Rp9,3 triliun ini bertujuan untuk melengkapi sekolah-sekolah di daerah terpencil dengan perangkat dan infrastruktur digital.

Namun, menurut Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Nurcahyo Jungkung Madyo, kasus ini disinyalir telah merugikan negara sekitar Rp1,9 triliun. Penyidik menduga Nadiem, yang menjabat menteri pada 2019-2024, lebih memilih laptop berbasis Google meski tim peneliti kementerian tidak merekomendasikan produk tersebut karena dianggap tidak efektif di daerah minim akses internet.

Di sisi lain, Nadiem mengklaim program Chromebook telah sukses. Ia menyebut 97 persen dari lebih dari 1 juta laptop yang diadakan selama masa jabatannya sudah didistribusikan ke 77.000 sekolah hingga 2023.

Media Singapura The Straits Times juga turut menyoroti kasus ini. Laporan mereka berfokus pada pertemuan Nadiem dengan perwakilan Google Indonesia sebanyak enam kali. Meski demikian, Google Indonesia menolak berkomentar.

Google menyatakan mereka hanya bekerja sama dengan para reseller dan mitra untuk menyediakan teknologi, sedangkan instansi pemerintah bertransaksi langsung dengan para mitra tersebut.

Tak hanya itu, The Straits Times juga menyinggung penggeledahan kantor GoTo, Gojek Tokopedia, oleh Kejaksaan Agung pada Juli lalu. Penggeledahan ini bertujuan mencari bukti terkait kasus tersebut.

Namun, GoTo menegaskan bahwa operasional mereka tidak ada sangkut pautnya dengan tugas Nadiem sebagai menteri, termasuk dalam pengadaan Chromebook.

“Operasional GoTo tidak pernah berkaitan dengan tugas Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan, termasuk dalam pengadaan Chromebook di Kementerian Pendidikan,” ujar Direktur Hubungan Masyarakat dan Komunikasi GoTo, Ade Mulya, dalam sebuah pernyataan pada Kamis (4/9/2025) malam.

Sebagai informasi, Nadiem meninggalkan Gojek pada 2019 setelah ditunjuk menjadi menteri. Gojek kemudian bergabung dengan Tokopedia pada 2021 dan membentuk GoTo, raksasa teknologi terbesar di Indonesia.

 

 

Visited 1 times, 1 visit(s) today