US Open 2025: Aryna Sabalenka Pertahankan Gelar, Samai Rekor Serena Williams

US Open 2025: Aryna Sabalenka Pertahankan Gelar, Samai Rekor Serena Williams


Aryna Sabalenka sukses mempertahankan gelarnya di US Open 2025 setelah menaklukkan petenis tuan rumah Amanda Anisimova 6-3, 7-6(3) pada final yang berlangsung Sabtu (6/9) waktu setempat atau Minggu pagi WIB.

Kemenangan ini menjadikan Sabalenka petenis pertama yang mampu menjuarai US Open secara beruntun sejak Serena Williams melakukannya pada 2012–2014. Gelar ini juga merupakan Grand Slam keempat dalam kariernya, seluruhnya diraih di lapangan keras.

Final Dramatis

Sabalenka sempat dua kali unggul break di set kedua dan berpeluang menutup pertandingan saat unggul 5-4. Namun, ia justru melakukan kesalahan fatal ketika gagal mengeksekusi overhead, memberi kesempatan Anisimova untuk menyamakan kedudukan.

Meski begitu, Sabalenka kembali menunjukkan mental juara. Ia menutup laga lewat tiebreak set kedua, memperpanjang rekor impresifnya menjadi 21-1 di tiebreak tahun ini, termasuk 19 kemenangan beruntun.

“Semua pelajaran sulit itu akhirnya terbayar di sini. Saya benar-benar tidak bisa berkata-kata,” ujar Sabalenka, 27 tahun, usai menerima trofi.

Jalan Berliku Menuju Gelar

Sebelum US Open, Sabalenka sempat dua kali menjadi runner-up di turnamen mayor 2025: kalah dari Madison Keys di final Australian Open dan dari Coco Gauff di final Roland Garros. Kekalahan itu sempat memunculkan bayangan buruk bahwa ia bisa menjadi petenis pertama sejak Justine Henin (2006) yang kalah di tiga final Grand Slam dalam satu musim.

Namun, Sabalenka bangkit di New York, menutup musim major dengan torehan manis.

Anisimova Harus Menunggu

Bagi Anisimova, final ini menjadi kesempatan keduanya di panggung Grand Slam setelah Wimbledon 2025, di mana ia kalah telak 0-6, 0-6 dari Iga Swiatek. Kali ini, meski bermain lebih baik, ia tetap harus puas sebagai runner-up.

“Kalah dua kali di final Grand Slam itu sudah bagus, tapi juga sangat menyakitkan. Saya merasa belum cukup berjuang untuk mimpi saya hari ini,” ucap petenis berusia 24 tahun itu dengan mata berkaca-kaca.

Meski kalah, Anisimova tetap mendapat pujian dari lawannya. “Saya tahu betapa sakitnya kalah di final, tapi percayalah… kamu akan menang suatu hari nanti. Dan itu akan terasa lebih indah setelah melalui kekalahan-kekalahan ini,” kata Sabalenka.

Visited 3 times, 1 visit(s) today