Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong para santri untuk mendalami dunia perfilman dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial (AI) sebagai alat bantu produksi.
“Artificial Intelligence ini akan menjadi instrumen yang sangat penting ke depan. AI bisa menjadi alat bantu, bahkan suatu hari bisa membuat film, tapi tentu harus tetap dengan keterampilan artistik yang tinggi,” kata Fadli saat berkunjung ke Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta, Minggu (24/8/2025).
Fadli menegaskan, teknologi dapat memudahkan proses produksi film, namun keterampilan seni tetap menjadi kunci karena film tidak bisa dibuat sembarangan. Ia juga mengajak santri mengangkat cerita kehidupan masyarakat dan pesantren sebagai sumber ide skenario.
“Banyak kisah dari pesantren maupun dakwah masa lalu yang belum terwakili dalam film. Itu bisa memperkaya warna perfilman kita agar tidak hanya didominasi genre tertentu,” ujarnya.
Menurut Fadli, ekosistem perfilman Indonesia kini menunjukkan perkembangan pesat, terlihat dari banyaknya film yang masuk festival internasional hingga meningkatnya jumlah penonton di bioskop.
Ia menekankan perlunya tanggung jawab bersama untuk memajukan kebudayaan nasional agar lebih dikenal dunia.
Melalui program Santri Film Festival 2025 yang digagas Kementerian Kebudayaan, Fadli berharap lahir sineas muda dari kalangan santri yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.














