Isu PHK Massal Terang Benderang, Bos Gudang Garam Beberkan Ini

Isu PHK Massal Terang Benderang, Bos Gudang Garam Beberkan Ini


Setelah lama ‘puasa’ bicara, manajemen PT Gudang Garam Tbk (GGRM) akhirnya buka suara terkait isu PHK massal yang membuat gaduh se-Indonesia.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (10/9/2025), Direktur & Corporate Secretary GGRM, Heru Budiman membantah PHK massal di perusahaannya. Yang terjadi adalah proses pelepasan 309 karyawan GRRM secara normatif, melalui mekanisme pensiun normal dan pensiun dini secara suka rela, serta berakhirnya kontrak kerja sesuai batas waktu kontrak kerja.

Heru mengatakan, kejadian tersebut tidak memberikan dampak terhadap keberlangsungan operasional dan juga tidak menimbulkan masalah hukum.

“Saat ini operasional Perseroan berjalan seperti biasa, dari produksi hingga distribusi,” kata Heru, Jakarta, dikutip Rabu (10/9/2025).

Sementara itu, Gudang Garam diketahui mencatat laba bersih hingga semester I tahun 2025 sebesar Rp 117,1 miliar. Laba tersebut anjlok 87,3% jika dibandingkan semester I tahun 2024 yang sebesar Rp 925,5 miliar.

Mengutip laporan keuangannya yang disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), penurunan laba tersebut karena pendapatan GGRM hingga Juni 2025 turun 11,4% jadi Rp 44,3 triliun dari perolehan Juni 2024 yang sebesar Rp 50,01 triliun.

Biaya pokok pendapatan juga turun menjadi Rp 40,5 triliun. Maka laba kotor GGRM hingga Juni 2025 turun menjadi Rp 3,7 triliun dari Juni 2024 yang sebesar Rp 5,06 triliun.

Laba usaha GGRM hingga semester pertama juga anjlok signifikan menjadi Rp513,7 miliar dari Juni 2024 yang sebesar Rp1,613 triliun.

Penurunan tersebut karena pendapatan lainnya turun jadi 
Rp148,7 miliar, sedangkan penurunan beban usaha hanya 5 persen, jauh lebih kecil dari penurunan pendapatan dan menjadi Rp3,4 triliun.

Sementara itu, beban lainnya malah naik jadi Rp2,3 miliar, dan perusahaan membukukan rugi kurs Rp1,7 miliar dari sebelumnya mencatat laba Rp39,3 miliar. Total aset GGRM hingga semester I-2025 menyusut jadi Rp79,8 triliun, dari aset akhir 2024 yang mencapai Rp84,9 triliun.

Heru mengatakan bahwa perusahaan telah meluncurkan beberapa produk baru pada 2024, sebagai upaya penyesuaian terhadap kondisi lesunya daya beli konsumen.

“Perseroan akan terus melakukan langkah-langkah adaptif terhadap kondisi pasar yang saat ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan ketentuan cukai dan penanganan terhadap rokok yang tidak memenuhi ketentuan cukai,” katanya.

Tersiar kabar GGRM mem-PHK ribuan karyawan itu, merebak setelah beredarnya video buruh Gudang Garam sedang menghadiri acara perpisahan.

Kabar ini menjadi awan gelap sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Sebelumnya Sritex bangkrut karena pailit, mem-PHK seluruh karyawan yang berjumlah hamper 10 ribu orang.

Melandainya daya beli dan ekonomi nasional membuat penjualan dan produksi rokok turun sehingga perusahaan tidak punya pilihan lain selain melakukan PHK.

 

 

Visited 1 times, 1 visit(s) today