Transfer Rp4,8 Triliun tak Berguna, MU Catat Rekor Terburuk di Tangan Amorim

Transfer Rp4,8 Triliun tak Berguna, MU Catat Rekor Terburuk di Tangan Amorim


Manchester United kembali diguncang badai setelah kalah telak 0-3 dari rival sekota, Manchester City, akhir pekan lalu. 

Kekalahan itu tidak hanya memperburuk posisi Ruben Amorim sebagai pelatih, tapi juga memicu ketidakpuasan internal dari para pemain senior yang menilai sang manajer terlalu keras kepala dalam menerapkan formasi.

Kritik Taktik Kaku Amorim

Amorim kukuh menggunakan formasi 3-4-3 sejak awal musim. Namun, menurut laporan Mirror, sejumlah pemain merasa sistem tersebut tidak cocok dengan karakter skuad yang ada. 

Mereka bahkan menilai permintaan Amorim agar semua pemain beradaptasi justru “melemahkan” kemampuan alami mereka.

Sumber internal klub menegaskan manajemen masih mendukung penuh Amorim. Tetapi, hasil di lapangan jelas menjadi alarm keras: United hanya meraih empat poin dari empat laga awal Premier League, sebuah start terburuk sejak 1992.

Rekor Buruk dan Transfer Mahal

Sejak menggantikan Erik ten Hag 10 bulan lalu, Amorim baru memenangkan delapan dari 31 laga Premier League yang dijalaninya. 

Musim lalu, Setan Merah terpuruk di posisi ke-15—peringkat terburuk mereka dalam setengah abad. Alih-alih bangkit, performa musim ini justru makin merosot.

Padahal, United sudah jor-joran belanja di bursa transfer dengan dana hampir £236 juta(Rp4,8 Triliun). 

Nama-nama seperti Bryan Mbeumo, Matheus Cunha, Benjamin Sesko, hingga kiper muda Senne Lammens didatangkan. Namun, belum ada yang mampu memberi dampak signifikan.

Rooney Ikut Turun Gunung

Legenda klub Wayne Rooney tak segan melontarkan kritik pedas. Ia menilai tim justru lebih buruk sejak Amorim datang.

“Sulit melihat bagaimana ini bisa berlanjut. Jujur saja, ini tidak cukup baik. Semua janji soal perubahan, tapi kenyataannya justru memburuk,” kata Rooney kepada BBC Sport.

Krisis Kepercayaan

Bagi suporter, kekalahan dari City hanyalah puncak kekecewaan setelah tersingkir memalukan dari EFL Cup oleh klub League Two, Grimsby. 

Jika Amorim tak segera menemukan solusi—baik lewat perubahan taktik maupun mentalitas—posisinya bisa terancam lebih cepat dari yang diperkirakan.

Visited 2 times, 1 visit(s) today