Mensos Butuh Tambahan Anggaran Rp4 Triliun untuk Sekolah Rakyat dan Bansos

Mensos Butuh Tambahan Anggaran Rp4 Triliun untuk Sekolah Rakyat dan Bansos

Vonita Medium.jpeg

Sabtu, 20 September 2025 – 03:00 WIB

Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar saat simulasi sekolah rakyat di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 6 Jakarta, Sentra Handayani, Bambu Apus, Jakarta, Rabu (9/7/2025). (Foto: Antara)

Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar saat simulasi sekolah rakyat di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 6 Jakarta, Sentra Handayani, Bambu Apus, Jakarta, Rabu (9/7/2025). (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengaku sedang meminta tambahan anggaran lebih dari Rp4 triliun untuk program bantuan sosial (bansos) hingga Sekolah Rakyat.

“Kisaranya ya, saya lupa, tapi kisarannya ya di atas Rp4 triliun kekurangannya. Tapi insyaAllah ini kan menyangkut tugas dan fungsi dan sekaligus juga memang amat-sangat dibutuhkan,” kata Gus Ipul kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Jumat (19/9/2025) malam.

Gus Ipul menuturkan mengaku sedang berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan, Bappanas, hingga DPR RI untuk tambahan anggaran itu segera dicairkan. Ia menyebut tambahan anggaran ini sangat diperlukan karena terkait bantuan pemerintah.

“Kita sedang bicarakan, itu yang menyangkut kebutuhan dasar warga yang memang benar-benar membutuhkan bantuan kita. Bantuan dari pemerintah, terutama yang melalui Kementerian Sosial. Karena bantuan-bantuan seperti ini sangat menjadi atensi dari Bapak Presiden,” jelas Gus Ipul menambahkan.

Gus Ipul menyebut ada beberapa program kementeriannya yang belum terakomodasi. Sehingga, bantuan anggaran ini diharapkan bisa menyukseskan berbagai program pemerintah yang kini tengah direncanakan.

“Jadi kami sudah mengajukan memang ada beberapa yang belum diakomodir, insyaAllah nanti akan kami ajukan lagi gitu, terutama yang menyangkut tugas dan fungsi kami, seperti anggaran-anggaran yang terkait langsung dengan penerima manfaat atau keluarga penerima manfaat,” paparnya.

Beberapa program dimaksud seperti dukungan untuk yatim piatu sebesar Rp200.000 per bulan yang menyasar sekitar 300.000 anak yatim dan piatu. Kemudian, ada juga program bantuan untuk lansia dan penyandang disabilitas yang belum terakomodasi.

“Kemudian juga ada lagi yang permakanan lansia dan difabel atau penyandang disabilitas, yang memang dalam tahun 2025 ini juga telah kita berikan bantuan, tapi itu juga belum terakomodasi. Jadi yang seperti ini nanti akan kita perjuangkan,” tuturnya.

Topik
Komentar

Visited 2 times, 1 visit(s) today