Ikut Olahraga Padel, Cuma Fomo atau Ingin Sehat?

Ikut Olahraga Padel, Cuma Fomo atau Ingin Sehat?

Clara Medium.jpeg

Minggu, 21 September 2025 – 16:28 WIB

Ilustrasi olahraga padel. (Dokumentasi: Istockphoto)

Ilustrasi olahraga padel. (Dokumentasi: Istockphoto)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Di tengah hiruk pikuk kesibukan di Jakarta, Indah memilih untuk mencoba suasana baru. Perempuan 25 tahun itu  tidak menyangka kecintaannya pada olahraga raket akan membawanya ke jalur hidup yang lebih seru.

Tak seperti tenis yang megah atau lari, padel hadir sebagai olahraga yang lebih ringan, lebih sosial. Dalam kurun waktu kurang dari setahun, padel menjelma menjadi gaya hidup baru di tengah kebosanan akan rutinitas gym dan jogging yang itu-itu saja.

“Karena ini olahraga baru, dan layak untuk dicoba. Ada olahraga lain juga  saya ikutin sih sebenarnya kayak tennis sama bulutangkis,” ujar Indah yang bekerja sebagai personal asisten tersebut kepada Inilah.com, Minggu (21/09/2025).

Padel hadir bukan hanya sebagai olahraga kaum muda. Tak jarang, Indah melihat banyak orang sepantarannya memenuhi lapangan dengan kamera ponsel, gelas kopi usai atihan, dan tawa riuh yang terdengar seperti kombinasi antara olahraga dan after party.

Dari luar, padel tampak seperti tren kebugaran ideal, tidak terlalu berat, menyenangkan, dan bisa dimainkan siapa saja. Tapi di balik euforia ini, muncul pertanyaan apakah padel benar-benar jadi pilihan hidup sehat atau sekadar simbol gaya hidup urban yang tak ingin tertinggal tren?

“Dulu semua orang ikut yoga, lari marathon, sekarang padel. Selain memang untuk kesehatan saya juga ingin coba apakah ini olahraga yang cocok untuk saya atau tidak. Tapi memang kadang datang main untuk seru-seruan sama teman dan untuk konten Instagram,” tuturnya.

Budget Main Padel

Bagi sebagian orang, setelah mendengar harga sewa lapangan dan perlengkapan, antusiasme langsung mengendur. Namun, tidak dengan Indah.

Untuk satu sesi bermain padel berdurasi 2,5 jam Indah harus merogoh kocek Rp2,5 juta untuk private. Sementara jika berkelompok Indah mengeluarkan dana Rp1 juta. Itu belum termasuk raket padel khusus yang harganya mencapai Rp4,3 juta. Belum lagi sepatu, pakaian olahraga premium, dan tentunya gaya hidup yang melekat di sekelilingnya.

“Main padel biasanya 5-7 kali sebulan itu private. Ada join juga yang kelompok tapi 2-3 kali aja. Saya juga sewa bolanya itu Rp100 ribu tapi cuma dapet 3 bola,” ucapnya.

Ramai-ramai Artis Gemar Main Padel

Para selebriti usai berlatih padel. (Dokumentasi: Tangkapan layar dari Instagram Ayu Dewi).

Selain masyarakat urban, olahraga padel juga menjadi primadona di kalangam selebritas Indonesia. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya para artis yang ikut menekuni olahraga ini.

Deretan nama ternama seperti Nagita Slavina, Mahalini, Aurel Hermansyah, hingga Shireen Sungkar juga menjadi penggemar olahraga yang sedang hits saat ini. 

Terbaru, ada artis Luna Maya yang merayakan ulang tahun ke 42 pada 26 Agustus lalu dengan menggelar turnamen padel yang melibatkan puluhan artis dan influencer ternama Tanah Air.

Ajang bertajuk Padel Bareng Luna ini menjadi tontonan menarik, menampilkan deretan selebriti lintas generasi yang ikut memeriahkan turnamen padel.

Puluhan artis dan influencer terlibat dalam kompetisi ini. Di antaranya ada Nabila Syakieb, Wulan Guritno, Azizah Salsha, Ririn Ekawati, Ranty Maria, Marsha Aruan, Ayu Dewi, Melaney Ricardo, Gading Marten hingga Rizky Febian.

Raffi Ahmad bersama keluarga Halilintar usai latihan padel. (Dokumentasi: Tangkapan layar dari Instagram Raffi Ahmad)

Padel Dapat Perhatian dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung

Olahraga yang mulai digemari masyarakat itu mulai mendapat perhatian dari Pemerintah khususnya DKI Jakarta.

Provinsi DKI Jakarta dijadwalkan mengadakan upacara peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek penggabungan tiga taman di wilayah Jakarta Selatan, Jumat 8 Agustus 2025.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan proyek tersebut akan mengintegrasikan tiga taman besar di Jakarta Selatan, yaitu Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Barito. Kawasan itu akan menjadi kawasan terpadu yang dinamai Taman Bendera Pusaka. 

Di samping itu, taman ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas publik gratis. Fasilitas yang akan dibangun mencakup jogging track, sarana olahraga seperti tenis dan padel, serta sarana pendukung lainnya.

“Kita buatkan lapangan padel, yang kalau sekarang ini di mana mana kan mahal sekali. Yang mau main padel gratis, tapi alatnya bawa sendiri,” ucap Pramono.

Main Padel Hanya Fomo atau Sehat?

Olahraga padel pertama kali muncul pada tahun 1960-an di Meksiko dan sejak itu menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Popularitasnya terus meningkat karena olahraga ini tidak memerlukan kemampuan teknis yang tinggi di awal, tetapi tetap menantang dan menyenangkan untuk dimainkan.

Permainan ini dimainkan oleh dua tim, masing-masing terdiri dari dua orang. Cara mainnya mirip dengan tenis, yaitu memukul bola melewati net ke area lawan. Bedanya, dalam padel, pemain juga bisa memanfaatkan pantulan bola dari dinding untuk mempertahankan permainan atau mencetak poin.

FOMO, singkatan dari Fear Of Missing Out, adalah perasaan cemas atau takut merasa tertinggal dari orang lain karena tidak mengikuti suatu aktivitas, tren, atau pengalaman yang sedang populer. Kondisi ini sering diperparah oleh media sosial, yang menampilkan “sorotan” kehidupan orang lain, sehingga menimbulkan perasaan iri, tidak puas, dan keinginan untuk terus-menerus terhubung agar tidak ketinggalan. 

Nah, banyak orang yang kini latah untuk ikut padel mungkin saja hanya karena memiliki rasa fomo. Padahal, manfaat bermain padel sangat banyak. 

Meski terlihat santai dan menyenangkan, olahraga padel menyimpan banyak manfaat bagi kesehatan. Kombinasi gerakan cepat, koordinasi mata dan tangan, serta kerja sama tim membuat padel jadi olahraga yang berdampak positif untuk kesehatan fisik dan mental.

Beberapa manfaat padel antara lain, ,eningkatkan kebugaran tubuh, meningkatkan koordinasi dan keseimbangan tubuh, menurunkan berat badan, meredakan stres dan meningkatkan suasana hati, mencegah tubuh gampang sakit, dan masih banyak lagi.

Topik
Komentar

Visited 6 times, 1 visit(s) today