Pengamat Sebut Target Piala Dunia 2026 Bisa Gagal Total Gara-gara Rangkap Jabatan Erick Thohir

Pengamat Sebut Target Piala Dunia 2026 Bisa Gagal Total Gara-gara Rangkap Jabatan Erick Thohir

Ibnu Medium.jpeg

Senin, 22 September 2025 – 16:42 WIB

Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kanan) menyaksikan pertandingan Timnas Indonesia U-23 melawan Timnas Korea Selatan U-23 dalam kualifikasi Grup J Piala Asia U-23 2026 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (9/9/2025). (Foto: Antara)

Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kanan) menyaksikan pertandingan Timnas Indonesia U-23 melawan Timnas Korea Selatan U-23 dalam kualifikasi Grup J Piala Asia U-23 2026 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (9/9/2025). (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pengamat sepak bola nasional, Dex Glenniza, menyoroti potensi masalah dari penunjukan Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sementara ia masih aktif menjabat sebagai Ketua Umum PSSI. Menurutnya, rangkap jabatan ini bisa menjadi hambatan bagi ambisi sepak bola nasional, terutama target lolos ke Piala Dunia 2026.

Kritik tersebut disampaikan Dex melalui akun Instagram pribadinya, Senin (22/9/2025).

“Mau bikin Indonesia ke Piala Dunia? Jangan suruh Ketum PSSI jadi Menpora,” tulis Dex, mengawali pandangannya.

Dex menegaskan bahwa posisi Menpora dan Ketua Umum PSSI memiliki fokus, tanggung jawab, dan sumber pendanaan yang fundamental berbeda. Perbedaan inilah yang dinilainya akan menimbulkan konflik fokus bagi Erick Thohir.

Menurutnya, tugas utama Menpora bukanlah mengejar prestasi semata, melainkan mendorong partisipasi publik dalam olahraga.

“Menpora itu tugas utamanya bukan prestasi, tapi partisipasi,” tegasnya. Ia mencontohkan tugas Menpora adalah membangun lapangan umum, mengampanyekan hidup sehat, melakukan pembinaan organisasi olahraga, dan mendorong keterlibatan generasi muda dalam aktivitas fisik. 

“Dan jangan lupa, ini dibiayai pajak rakyat,” tambahnya.

Sebaliknya, Ketua Umum PSSI memiliki tanggung jawab penuh untuk mengejar prestasi sepak bola. Ini mencakup pengembangan sistem pembinaan usia dini, peningkatan kualitas lisensi klub dan pelatih, perbaikan mutu kompetisi, hingga persiapan tim nasional untuk berlaga di ajang internasional.

“Organisasi seperti PSSI itu independen, dananya dari sponsor, hak siar, dan bantuan FIFA. Bukan dari APBN,” jelas Dex.

Meskipun secara aturan posisi rangkap Erick Thohir berada di “area abu-abu”—karena ia terpilih sebagai Ketua Umum PSSI melalui mekanisme pemilihan, bukan penunjukan pemerintah, sehingga tidak secara langsung melanggar statuta FIFA—Dex mempertanyakan efektivitasnya.

“Secara fokus kerja, dua-duanya jelas berat banget. Jadi ET mau fokus di mana?” tanyanya.

Dex pun menyarankan agar Erick Thohir memilih salah satu posisi untuk ditekuni secara maksimal demi hasil yang lebih optimal. Jika targetnya adalah membawa 

Timnas Indonesia ke Piala Dunia, maka fokus penuh di PSSI adalah pilihan yang paling logis. Namun, jika tujuannya adalah membangun masyarakat yang lebih sehat melalui olahraga, maka jabatan Menpora harus dijalankan secara total.

Topik
Komentar

Visited 3 times, 1 visit(s) today