Aktris sekaligus penyanyi Ashanty. (Dokumentasi: Tangkapan layar dari Instagram Ashanty)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Penyanyi Ashanty mengungkapkan kenangan masa kecil penuh makna di tanah peninggalan ayahnya yang kini tengah dalam sengketa. Tanah warisan itu berlokasi di kawasan Cinangka, Depok, Jawa Barat.
Ashanty menceritakan, lahan itu bukan sekadar warisan. Namun, tempat penuh kenangan bersama almarhum ayahnya yang jarang ditemuinya saat dulu kecil.
“Jadi waktu kecil karena kalau ketemu papaku susah, jadi kalau misal papa mau ketemu kita suka diajak mancing di sini. Nanti hasilnya ada saung di situ diminta bakarin,” kata Ashanty saat ditemui di kawasan Cinangka, Depok, Jawa Barat, dikutip Rabu (24/9/2025).
Ashanty mengaku, kenangan masa kecil itu membuatnya punya ikatan emosional yang kuat dengan tanah warisan itu. Menurut dia, tempat tersebut mengingatkan kembali memori kebersamaan bersama ayahnya dulu.
Selain itu, keluarganya pun pernah memiliki rencana besar ingin memanfaatkan tanah tersebut untuk tujuan sosial.
“Awalnya kita di sini mau bikin yayasan, karena kita pengin bikin yayasan dan di atas sama mama pengin bikin buat anaknya rumah-rumah kecil gitu,” ujar Ashanty.
Ia pun mengaku telah memperingatkan pihak developer yang menguasi tanah itu. Menurutnya, pembangunan tanpa izin di atas hak orang lain tak akan membawa keberkahan.
“Ini ada hak orang lain di sini, percaya sama aku apa pun yang kamu lakukan itu pasti panas yang namanya warisan orang,” ucap Ashanty.
Ashanty Ajukan Gugatan ke Pengadilan hingga BPN
Penyanyi Ashanty telah mengajukan gugatan ke pengadilan dan laporan resmi juga telah disampaikan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) terkait masalah sengketa atas tanah warisan dari sang ayah di kawasan Cinangka, Depok, Jawa Barat. Ia menyerahkan seluruh keputusan akhir kepada pengadilan.
“Ada beberapa tempat kita sudah ajuin gugat lewat pengadilan, kita juga sudah lapor ke pertanahan BPN,” kata Ashanty di kawasan Cinangka, Depok, Jawa Barat, dikutip Selasa (23/9/2025).
Ashanty mengatakan, lahan tersebut saat ini sedang digarap menjadi proyek perumahan oleh pemgembang sehingga dirinya merasa dirugikan. Ia menegaskan, langkah hukum sebagai upaya untuk menyelesaikan permasalahan tanah secara adil.
“Tadi aku tadi sudah bertemu dengan beberapa orang juga ada yang mau aku laporin dan mau aku urus juga karena aku gak akan diam karena itu hak kita juga,” ujar Ashanty.













