Orang AFC Asal Malaysia Klaim Keputusan FIFA Membekukan Pemain Naturalisasi ‘Palsu’ Belum Final

Orang AFC Asal Malaysia Klaim Keputusan FIFA Membekukan Pemain Naturalisasi ‘Palsu’ Belum Final

Haris Medium.jpeg

Sabtu, 27 September 2025 – 16:56 WIB

Sekretaris Jenderal AFC, Datuk Seri Windsor Paul. (Dok. AFC)

Sekretaris Jenderal AFC, Datuk Seri Windsor Paul. (Dok. AFC)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menegaskan keputusan FIFA yang menjatuhkan sanksi kepada tujuh pemain naturalisasi Malaysia beserta Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) belum bersifat final.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal AFC, Datuk Seri Windsor Paul, yang juga berasal dari Malaysia.

Menurut Windsor, persoalan status pemain dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen masih menjadi ranah FIFA, khususnya Football Tribunal, dan prosesnya masih berjalan.

“Masalah kelayakan pemain bukan keputusan AFC. Itu berada di bawah FIFA, dan secara khusus Football Tribunal. Keputusan itu belum dibuat. Kami menunggu tribunal untuk bersidang, yang seharusnya akan segera dilakukan,” ujarnya, mengutip laman berita Malaysia, The Star, Sabtu (27/9/2025).

Windsor menambahkan, putusan Komite Disiplin FIFA memang sudah keluar, namun FAM berhak mengajukan banding. Selanjutnya, perkara bisa diteruskan ke Komite Banding FIFA, bahkan hingga ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

“FAM bisa banding. Setelah mereka banding, proses akan berlanjut ke Komite Banding. Jika masih tidak puas, kasus ini bisa dibawa ke CAS. Sampai seluruh proses hukum dijalani, tidak ada yang final,” jelasnya.

“Ini sama seperti proses peradilan. Sampai semua tahapan dijalani, tidak ada yang final. FAM sudah menyatakan akan banding, jadi kami harap keputusan bisa segera keluar karena kualifikasi Piala Asia sudah semakin dekat,” katanya.

Sebelumnya, FIFA resmi menjatuhkan sanksi berat kepada Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) terkait skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi. Keputusan ini diumumkan oleh Komite Disiplin FIFA, Jumat (26/9/2025).

Dalam putusan resminya, Malaysia dinyatakan melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA (FDC) tentang pemalsuan dokumen.

“FAM telah mengajukan permintaan klarifikasi kelayakan pemain kepada FIFA, dan dalam proses tersebut, menggunakan dokumen yang dipalsukan agar dapat menurunkan pemain-pemain tersebut,” bunyi pernyataan resmi FIFA dalam laman resminya.

Adapun ketujuh pemain yang dimaksud adalah Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomás Garcés, Rodrigo Julián Holgado, Imanol Javier Machuca, João Vitor Brandão Figueiredo, Jon Irazábal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.

Ketujuh pemain itu sempat tampil membela Malaysia melawan Vietnam dalam putaran ketiga kualifikasi Piala Asia 2027 pada 10 Juni 2025. Tak lama setelah laga tersebut, FIFA menerima pengaduan mengenai kelayakan beberapa pemain, di antaranya Garcés, Holgado, Figueiredo, Iraurgui, dan Serrano.

Setelah melalui proses reguler, Komite Disiplin FIFA mengevaluasi seluruh bukti yang ada dan menjatuhkan sanksi berupa denda sebesar CHF 350.000 atau sekitar Rp7,3 miliar.

Sementara, para pemain kata FIFA, masing-masing juga diwajibkan membayar denda sebesar CHF 2.000 alias sekitar Rp43 juta.

Topik
Komentar

Visited 1 times, 1 visit(s) today