Kata Media Asing soal Qatar dan Arab Saudi Dapat Keuntungan Tuan Rumah dan Waktu Istirahat Lebih Lama

Kata Media Asing soal Qatar dan Arab Saudi Dapat Keuntungan Tuan Rumah dan Waktu Istirahat Lebih Lama

Ibnu Medium.jpeg

Selasa, 7 Oktober 2025 – 19:33 WIB

Logo Piala Dunia FIFA 2026 New York/New Jersey diresmikan pada acara pembukaan di Times Square, New York City, AS, 18 Mei 2023. (Foto: REUTERS/Brendan McDermid/Foto Arsip Hak Lisensi Pembelian)

Logo Piala Dunia FIFA 2026 New York/New Jersey diresmikan pada acara pembukaan di Times Square, New York City, AS, 18 Mei 2023. (Foto: REUTERS/Brendan McDermid/Foto Arsip Hak Lisensi Pembelian)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Keputusan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menunjuk Qatar dan Arab Saudi sebagai tuan rumah seluruh laga babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia menuai kritik dari sejumlah negara peserta.

Dalam format baru ini, enam tim terbagi ke dua grup mini berisi tiga tim. Masing-masing juara grup otomatis lolos ke Piala Dunia, sementara dua peringkat kedua akan bertarung di playoff dua leg pada November. Namun, penunjukan dua negara kaya Teluk itu sebagai tuan rumah menimbulkan tudingan ketidakadilan.

AFC Dituding Tak Transparan

Menurut laporan The Guardian, keputusan AFC diumumkan pada Juni tanpa menjelaskan kriteria pemilihan. Negara-negara seperti Indonesia, Irak, Uni Emirat Arab (UEA), dan Oman sebelumnya telah mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah atau meminta venue netral, namun tak mendapat tanggapan.

Sejumlah pihak menilai keputusan itu tidak hanya memberikan keuntungan teknis, tapi juga psikologis bagi Qatar dan Saudi. Selain tampil di kandang, kedua tim juga memiliki jeda waktu enam hari antara laga pertama dan kedua, sementara lawan-lawannya hanya mendapat waktu istirahat tiga hari.

Situasi yang Aneh dan Tidak Adil

Pelatih Oman, Carlos Queiroz, yang baru ditunjuk Juli lalu, menyebut kondisi ini tidak masuk akal.

“Kami bermain lawan Qatar hari Rabu dan tiga hari kemudian harus menghadapi UEA. Tapi Qatar punya waktu enam hari untuk bersiap, mereka tahu hasil pertandingan kami lebih dulu,” ujarnya.

“Hal seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya. Dalam Piala Dunia, tuan rumah memang wajar mendapat keuntungan karena mereka yang membiayai dan membangun stadion. Tapi untuk babak kualifikasi, seharusnya ada asas keadilan,” tegas mantan pelatih Iran dan Portugal itu.

Queiroz juga menyoroti fakta bahwa lima pemain Oman yang bermain di luar negeri baru bisa bergabung pada H-1 laga karena jadwal kompetisi klub, membuat persiapan tim semakin berat.

“Saya sudah bertanya pada juru masak di sini, bagaimana caranya membuat omelet tanpa telur,” ujarnya sarkastik.

Indonesia Juga Protes

Dari kubu Asia Tenggara, Indonesia ikut menyuarakan keberatan. Federasi sepak bola Indonesia (PSSI) mengirim surat resmi ke FIFA dan AFC setelah mengetahui laga melawan Arab Saudi akan dipimpin wasit asal Kuwait.

“Kami ingin wasit yang benar-benar netral, mungkin dari Eropa atau wilayah lain yang tidak memiliki kepentingan regional,” kata Kombes Sumardji, Manajer Timnas Indonesia.

Sebelumnya, Indonesia juga dijadwalkan beruji coba melawan Kuwait pada 5 September, namun laga itu mendadak dibatalkan tanpa penjelasan resmi.

Bayang-bayang Politik dan Tradisi Lama

Sejumlah sumber di Asia menyebut keputusan ini bukan hal mengejutkan. Rumor bahwa Saudi dan Qatar akan ditunjuk sudah beredar sebelum pengumuman resmi AFC. “Banyak yang bahkan percaya seharusnya mereka saling menukar lokasi — Saudi main di Qatar, Qatar main di Saudi — untuk menjaga keseimbangan,” tulis The Guardian.

Namun hingga kini AFC belum memberikan komentar resmi atas berbagai protes dan pertanyaan soal transparansi.

Dua Kekuatan Timur Tengah di Jalur Lolos

Dengan keuntungan bermain di kandang dan waktu istirahat lebih panjang, baik Arab Saudi maupun Qatar disebut-sebut berada di posisi terdepan untuk merebut dua tiket tersisa menuju Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Sebelumnya enam negara Asia telah memastikan tempat di turnamen: Jepang, Korea Selatan, Iran, Australia, Uzbekistan, dan Yordania.

Topik
Komentar

Visited 2 times, 1 visit(s) today