Rusuh Terus, Donald Trump Ancam Pindahkan Piala Dunia dari Boston

Rusuh Terus, Donald Trump Ancam Pindahkan Piala Dunia dari Boston

Ivan Medium.jpeg

Kamis, 16 Oktober 2025 – 03:03 WIB

Donald Trump menyampaikan pidato di Palm Beach County Convention Center, West Palm Beach, Florida, Amerika Serikat, Rabu (6/11/2024). (Foto: Antara/REUTERS/Brendan Mcdermid/rwa)

Donald Trump menyampaikan pidato di Palm Beach County Convention Center, West Palm Beach, Florida, Amerika Serikat, Rabu (6/11/2024). (Foto: Antara/REUTERS/Brendan Mcdermid/rwa)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bakal memindahkan pertandingan Piala Dunia 2026 dari Boston jika kerusuhan di kota itu berlanjut.

“Kami bisa menariknya kembali,” kata Trump seperti dikutip ESPN pada Rabu (15/10/2025), di tengah meningkatnya ketegangan politik di beberapa kota AS penyelenggara Piala Dunia 2026.

Ada tujuh laga Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Gillette, Foxborough, Massachusetts.

“Saya mencintai masyarakat Boston, dan saya tahu tiket pertandingan sudah terjual habis. Tapi wali kota kalian tidak baik,” ujarnya menyinggung Michelle Wu, wali kota Boston, yang berasal dari Partai Demokrat.

Gillette Stadium, markas klub NFL New England Patriots, berjarak sekitar 30 mil dari Boston dan menjadi salah satu dari 11 lokasi di Amerika Serikat yang akan menggelar Piala Dunia 2026 bersama Meksiko dan Kanada.

Namun, ancaman Trump memicu kekhawatiran baru terkait stabilitas rencana penyelenggaraan turnamen yang sudah dikonfirmasi FIFA sejak 2022 itu.

Beberapa pekan terakhir, Boston memang dilanda kericuhan saat demonstrasi pro-Palestina di kawasan Boston Common berakhir ricuh dan menyebabkan empat polisi terluka serta beberapa demonstran ditangkap.

Trump juga pernah mengisyaratkan kemungkinan menetapkan beberapa kota sebagai kategori tidak aman untuk menggelar Piala Dunia, serta mengubah rencana tuan rumah yang telah disusun FIFA.

Namun, lembaga sepak bola dunia itu menegaskan keputusan penyelenggaraan tetap berada di bawah yurisdiksi FIFA.

“Itu turnamen FIFA, di bawah yurisdiksi FIFA, keputusan sepenuhnya ada pada FIFA,” kata Wakil Presiden FIFA Victor Montagliani di tempat terpisah.

Meski demikian, Trump bersikeras masih bisa memengaruhi keputusan itu.

“Jika ada orang bekerja dengan buruk, dan saya merasa ada kondisi tidak aman, saya akan menelepon Gianni, bos FIFA, dan saya akan bilang, ‘Pindahkan ke lokasi lain,’ dan mereka akan menurutinya,” kata Trump, merujuk Presiden FIFA Gianni Infantino.

Topik
Komentar

Visited 1 times, 1 visit(s) today