Haruskah PSSI Pulangkan Shin Tae-yong?

Haruskah PSSI Pulangkan Shin Tae-yong?

Setelah Patrick Kluivert resmi berpisah dengan Timnas Indonesia, nama Shin Tae-yong kembali jadi pembicaraan hangat di kalangan suporter Garuda.
Pertanyaannya kini: haruskah PSSI memulangkan Shin Tae-yong?

Pelatih asal Korea Selatan itu baru-baru ini buka suara lewat wawancara eksklusif dengan Goalpost Korea, di mana ia menegaskan Indonesia tetap menjadi prioritas utama jika tawaran datang kembali.

Pernyataan itu sontak membuat publik Tanah Air baper — seolah api lama antara STY dan Timnas belum benar-benar padam.

“Kalau tawarannya mirip dari Indonesia dan tempat lain, hati saya tetap condong ke Indonesia. Bahkan kalau ada tawaran sedikit lebih baik dari negara lain, tapi Indonesia menawar dengan niat sungguh-sungguh, Indonesia akan selalu jadi pilihan pertama saya,” ujar Shin Tae-yong dalam wawancara, Selasa (21/10/2025).

Jejak Prestasi Shin Tae-yong di Timnas Indonesia

Shin Tae-yong bukan sekadar pelatih asing biasa. Ia datang ke Indonesia pada 2020 saat sepak bola nasional tengah kehilangan arah dan berhasil menanamkan disiplin, profesionalitas, dan struktur permainan modern di semua level Timnas.

Dalam lima tahun masa kerjanya, sejumlah capaian signifikan telah ia torehkan:

  • Membawa Indonesia ke babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 – prestasi terbaik sejak era 1980-an.
  • Final SEA Games 2023, perempat final Piala Asia U-23 2024, dan lolos ke Piala Asia 2027.
  • Peningkatan peringkat FIFA Indonesia hingga tembus 120 besar dunia.

Lebih dari angka, STY menanamkan budaya baru di skuad Garuda — dari pola makan, disiplin waktu, hingga standar latihan fisik dan mental yang jauh lebih tinggi.

“Indonesia sekarang sedang dalam tren positif. Kalau dipersiapkan lebih baik, saya yakin bisa lebih maju lagi,” ucapnya.

Argumen: Mengapa Shin Tae-yong Layak Dipulangkan

Kedekatan Emosional dengan Pemain dan Fans

STY dikenal dekat dengan pemain seperti Asnawi, Marselino, hingga Ernando Ari. Banyak yang menyebutnya bukan hanya pelatih, tapi juga figur ayah.
Dukungan suporter juga tak pernah padam—nama STY masih diteriakkan di stadion bahkan setelah ia tak lagi melatih.

Adaptasi dengan Kultur Sepak Bola Indonesia

Berbeda dengan pelatih Eropa yang kerap gagal beradaptasi, STY memahami mental dan karakter pemain lokal. Ia membangun sistem yang sesuai dengan kondisi Asia Tenggara.

Filosofi Permainan yang Terbukti Efektif

Transisi cepat, pressing tinggi, dan struktur taktiknya berhasil membuat Indonesia lebih kompetitif, bahkan saat menghadapi tim-tim elite Asia seperti Jepang, Korea, dan Australia.

Tantangan Bila Shin Tae-yong Kembali

Namun, tak semua jalan mulus untuk kembalinya STY.

Jika dipulangkan, PSSI harus memastikan sinergi baru agar tidak mengulangi gesekan lama terkait pemusatan latihan, penjadwalan liga, dan komunikasi internal.

Selain itu, STY dikenal sebagai pelatih yang keras dan perfeksionis. Gaya kepemimpinannya membutuhkan dukungan penuh dari federasi agar program jangka panjang bisa berjalan efektif.

Tanpa reformasi menyeluruh, kehadiran STY hanya akan kembali jadi “proyek nostalgia”.

Suara Pengamat: Jangan Emosional, Lihat Kebutuhan Tim

Pengamat sepak bola Justinus Lhaksana menilai keputusan menunjuk pelatih baru—termasuk wacana memulangkan STY—harus didasari pertimbangan rasional, bukan sekadar romantisme.

“Gak masalah siapa pun pelatihnya, yang penting sesuai kapasitas. Mau dia Jepang, Korea, atau Spanyol, asal cocok dan paham karakter tim,” ujar Coach Justin saat dihubungi, pekan lalu.

Ia menambahkan, jika PSSI ingin kembali ke pola Asia, Shin Tae-yong adalah opsi realistis, karena telah membuktikan efektivitasnya dalam sistem sepak bola Asia modern.

Bukan Sekadar Pulang, Tapi Melanjutkan Misi

Kembalinya Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia bukan sekadar “reuni sentimental”.

Ini akan menjadi kelanjutan dari fondasi yang sudah ia bangun selama lima tahun terakhir — fondasi yang menjadikan Garuda lebih berani, lebih taktis, dan lebih dihormati di Asia.

“Saya percaya Indonesia bisa menuju Piala Dunia 2030,” kata Shin Tae-yong menutup wawancara.

Kini, bola ada di tangan PSSI:

Apakah berani melanjutkan mimpi itu bersama orang yang memulainya?

Visited 3 times, 1 visit(s) today