Pelatih Napoli, Antonio Conte, melontarkan kritik tajam terhadap opini publik yang terus menekan timnya meski masih berada di papan atas klasemen Serie A. Ia juga menyoroti sistem VAR yang dinilainya “tidak konsisten dan membingungkan”.
Dalam konferensi pers jelang laga Liga Champions melawan Eintracht Frankfurt, Senin (3/11/2025), Conte menegaskan bahwa Napoli layak mendapat apresiasi, bukan cemoohan.
“Yang kami dengar hanya kritik. Padahal kami tetap berada di papan atas. Orang-orang bicara seolah kami gagal total,” tegas Conte dikutip dari TuttoNapoli.
Napoli Dihantam Cedera, Tapi Tetap Kompetitif
Napoli baru saja ditahan imbang Como 0-0 di Serie A dan kini kehilangan dua striker utama: Romelu Lukaku cedera dan Lorenzo Lucca terkena suspensi. Kondisi itu membuat Rasmus Højlund jadi satu-satunya penyerang murni yang siap tampil di laga kontra Frankfurt.
“Siapa yang disebut penyerang sekarang? Lang, Neres, Politano, semua pemain sayap dalam formasi 4-3-3. Dalam sepak bola modern, tidak ada lagi perbedaan kaku antara menyerang dan bertahan,” jelas Conte.
Mantan pelatih Juventus dan Inter itu menegaskan bahwa skuadnya masih kompetitif meski kerap dikritik karena seret gol.
“Sebelum ini, orang bilang kami rapuh. Sekarang kami dua kali clean sheet, tapi tetap saja dibilang tumpul. Kalian selalu mencari gelas yang setengah kosong,” ujarnya sinis.
“Kami kehilangan pemain penting — Lukaku, De Bruyne, Lobotka — tapi kami tetap di puncak klasemen. Tidakkah kalian bertanya, bagaimana kami bisa melakukannya?”
Kritik Publik dan Tekanan Media
Conte menyindir ekspektasi publik yang terlalu tinggi pada Napoli usai juara Serie A dua musim lalu. Ia meminta suporter tetap kompak dan tidak terpengaruh pemberitaan negatif.
“Ekspektasi terlalu berlebihan. Seolah semua pemain baru harus langsung mengubah tim,” kata Conte.
“Rakyat Napoli itu pemimpi, dan media luar tahu betul cara menciptakan euforia atau depresi. Kita harus tetap tenang, bersatu, dan tidak terpancing.”
Pelatih berusia 56 tahun itu juga menuding bahwa keberhasilan Napoli bersaing di papan atas “mengganggu banyak pihak”.
“Napoli yang bertahan di posisi teratas membuat banyak orang tidak nyaman. Tapi kami tetap di sana, dan itu membuat mereka takut,” katanya tegas.
Sindiran Halus Soal VAR dan Wasit
Dalam bagian akhir konferensi pers, Conte menyinggung sistem VAR (Video Assistant Referee) yang menurutnya belum jelas arah dan penerapannya di Serie A.
“Saya tak mau bicara soal wasit, karena setiap kali ada yang bicara sedikit saja, semua jadi kacau,” ujar Conte.
“Yang saya tak mengerti, kenapa ketika ada layar monitor di pinggir lapangan, wasit tidak dipanggil untuk melihat? Dan ketika dipanggil, kenapa seolah harus mengubah keputusannya? Kalau dia sudah benar, kenapa harus diubah?”
Conte menilai sistem perwasitan Italia masih rapuh dan mudah goyah oleh tekanan.
“Sistem ini belum berdiri di atas fondasi kuat. Saat ada orang mencoba bicara untuk memperbaiki sepak bola Italia, justru yang muncul adalah kekacauan,” ucapnya.
Napoli Siap Hadapi Frankfurt
Napoli baru mengumpulkan tiga poin dari tiga pertandingan Liga Champions, dan butuh kemenangan atas Eintracht Frankfurt di Stadion Diego Armando Maradona untuk menjaga peluang lolos fase gugur.
Conte memastikan kondisi Billy Gilmour dan Leonardo Spinazzola masih akan dinilai sebelum laga.
“Bundesliga dan Serie A berada di level yang sama. Hanya Premier League yang berbeda karena kekuatan finansialnya,” tambah Conte.
Statistik Napoli (Semua Kompetisi)
Posisi Serie A: 1 (bersama Napoli & Milan – 22 poin)
Jumlah gol di dua laga terakhir: 1
Clean sheet: 2 laga beruntun
Pencetak gol terbanyak: Lukaku (8 gol, absen cedera)











