Macron Kritik Pedas Trump, Sebut AS Khianati Aturan Internasional

Macron Kritik Pedas Trump, Sebut AS Khianati Aturan Internasional

Presiden Prancis Emmanuel Macron melontarkan kritik pedas yang menusuk jantung diplomasi Washington. Dalam pidato tahunannya di hadapan para duta besar Prancis, Kamis (8/1/2026), Macron menyebut Amerika Serikat (AS) kini secara bertahap mulai meninggalkan sekutu-sekutunya dan secara terang-terangan “melepaskan diri” dari aturan internasional.

Macron menegaskan bahwa tatanan dunia sedang berada di titik nadir karena pemangku kepentingan terbesar di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) —yakni AS— justru tidak lagi percaya pada lembaga tersebut.

“Sudah waktunya bagi kita untuk sepenuhnya berinvestasi kembali dalam PBB,” tegas Macron, menyikapi sikap apatis Gedung Putih terhadap multilateralisme.

Trump ‘Bersih-bersih’ Organisasi Internasional

Serangan verbal Macron ini bukan tanpa alasan. Hanya sehari sebelumnya, Rabu (7/1/2026), Presiden AS Donald Trump menandatangani memorandum yang menggegerkan dunia: memerintahkan penarikan AS dari 66 organisasi internasional.

Langkah ekstrem Trump ini mencakup 31 entitas di bawah naungan PBB dan 35 badan non-PBB lainnya. Meski Macron mengakui bahwa institusi multilateral saat ini semakin tidak efektif, ia tetap pasang badan bahwa menghancurkan sistem bukan solusi yang bijak.

Sengketa Greenland dan Gejolak di Venezuela

Ketegangan Paris-Washington semakin meruncing dipicu ambisi lama Trump yang muncul kembali: mencaplok Greenland dari Denmark. Prancis dengan tegas menyatakan dukungannya bagi Denmark dan rakyat Greenland. Bagi Macron, masa depan wilayah otonom tersebut sepenuhnya adalah hak rakyatnya, bukan komoditas transaksi Washington.

Tak hanya itu, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot juga melontarkan kritik keras terkait operasi militer AS yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

“Tindakan semacam itu merusak dasar-dasar hukum internasional. Ini akan menimbulkan konsekuensi serius bagi keamanan global yang akan menimpa siapa pun,” peringat Barrot dengan nada mengancam.

Langkah sepihak AS di bawah komando Trump ini kini menempatkan hubungan trans-Atlantik dalam ketidakpastian yang sangat berbahaya.

Visited 3 times, 1 visit(s) today