Manufaktur Ditarget Tumbuh di Atas 5 Persen Tahun Ini, 1.236 Pabrik Baru Siap Beroperasi

Manufaktur Ditarget Tumbuh di Atas 5 Persen Tahun Ini, 1.236 Pabrik Baru Siap Beroperasi

Reza Medium.jpeg

Senin, 19 Januari 2026 – 00:01 WIB

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita bersama Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi kunjungi Kawasan Industri Kendal (KIK), Jateng, Kamis (19/6/2025). (Foto: Dok. Pemprov Jateng).

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita bersama Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi kunjungi Kawasan Industri Kendal (KIK), Jateng, Kamis (19/6/2025). (Foto: Dok. Pemprov Jateng).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Industri manufaktur masih jadi mesin utama ekonomi RI. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan sektor ini tetap tumbuh di atas 5 persen meski ekonomi dunia digelayuti ketidakpastian.

“Kami optimistis kinerja ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan sepanjang tahun 2026,” kata Agus, dalam keterangannya, Minggu (18/1/2026).

Ia mengakui tantangan masih mengadangm dari persoalan struktural hingga tekanan global. Namun ia menegaskan fondasi industri nasional kini cukup kuat untuk menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

“Fokus kebijakan meliputi penguatan nilai tambah di dalam negeri, pendalaman struktur industri, serta optimalisasi keterkaitan antarsektor agar industri nasional semakin kokoh dan berdaya saing,” jelasnya.

Target PDB pengolahan nonmigas dipatok 5,51 persen, menegaskan manufaktur sebagai tulang punggung ekonomi dan magnet lapangan kerja.

Kemenperin mencatat 1.236 perusahaan tengah membangun pabrik sejak 2025 dan siap berproduksi 2026, menyerap 218.892 tenaga kerja. Investasinya mencapai Rp551,88 triliun, termasuk Rp444,25 triliun di luar tanah dan bangunan.

“Kapasitas produksi baru yang mulai beroperasi pada 2026 menjadi faktor penting dalam menjaga pasokan industri serta menciptakan lapangan kerja baru,” ujar Agus.

Di sisi kebijakan, percepatan industrialisasi, transformasi industri 4.0, dan penguatan rantai pasok hulu–hilir terus dikebut.

Pasar domestik masih jadi penopang 80 persen permintaan, ekspor 20 persen. Pemerintah menyiapkan substitusi impor, peningkatan TKDN, serta optimalisasi belanja pemerintah dan BUMN. IKM ikut diseret masuk rantai pasok agar produk lokal berjaya di rumah sendiri. “Kami memastikan produk industri dalam negeri menjadi tuan rumah,” tegasnya.

Subsektor yang diproyeksi gacor: logam (dorongan infrastruktur), makanan-minuman (kebutuhan pokok), serta kimia dan farmasi seiring naiknya kesadaran kesehatan.

Untuk pasar luar negeri, industri pengolahan ditargetkan menyumbang 74,85 persen ekspor di 2026 lewat diversifikasi dan penguatan promosi internasional.

Dari tenaga kerja, sektor ini dipatok menyerap 14,68 persen pekerja nasional dengan produktivitas Rp126,20 juta per orang per tahun.

Visited 2 times, 1 visit(s) today