Siswa bersiap menyantap makanan saat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 di SMP Negeri 1 Denpasar, Bali, Kamis (8/1/2026). (Foto: Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Deputi Sistem dan Tata Kelola BGN RI, Tigor Pangaribuan menegaskan program Makan Bergizi Gratis atau MBG bertujuan mempersiapkan generasi emas Indonesia tahun 2045.
Salah satu target capaian pemenuhan MBG yakni peningkatan rata-rata kecerdasan intelektual (IQ) generasi penerus bangsa, hingga mencapai angka 120 pada momentum peringatan 100 tahun Indonesia merdeka.
Hal ini sebagaimana disampaikan Tigor dalam peringatan Puncak Pekan Gizi 2026, Minggu (25/1/2026).
Tigor awalnya berujar, gelaran Puncak Pekan Gizi dalam menyambut Hari Gizi Nasional merupakan momentum untuk kembali mengingatkan masyarakat bahwa gizi adalah fondasi utama pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Menurut Tigor, negara seperti Jepang sudah memberikan contoh nyata. Di sana kata dia, program Makan Bergizi Gratis alias MBG sudah dijalankan selama lebih kurang satu abad lebih z
“Nah, kami (BGN) pergi ke Jepang waktu itu melihat bagaimana Makan Bergizi dibuat di Jepang. Nah, Adik-adik tahu enggak bahwa di Jepang itu Makan Bergizi itu sudah 150 tahun? Ada yang tahu itu? Baru tahu kan ya? Nah, kalau mau tahu lagi nanti coba cek di Google, ya Adik-adik pasti pintar-pintar,” ujar Tigor.
Dampaknya lanjut Tigor terlihat pada kualitas SDM Jepang saat ini. Di mana Rata-rata IQ tertinggi di dunia (115). Tak hanya aspek intelektual, fisik pun berpengaruh. Tinggi badan rata-rata orang Jepang kata dia ada di angka 175 cm.
“Jadi, rata-rata IQ-nya anak-anak di Jepang itu sekarang itu 115. Yang paling tinggi di dunia. Ya. Kemudian tinggi rata-rata mereka itu 175 sentimeter,” ujarnya.
“Dan kalau di olahraga sekarang selalu nomor empat, nomor lima, pasti masuk 10 terbaik di dunia. Ya, dan seluruh inovasi di dunia itu banyak terjadi di Jepang. Ya, sehingga itu membuat rakyatnya sejahtera,” tutur dia lagi.
Berangkat dari itu, Tigor pun berharap Indonesia dapat memetik buah dari benih yang telah disebar saat ini melalui program MBG.
“Nah, kita berharapnya nanti Indonesia di 2045, Adik-adik semua ya, yang sekarang makan-makan bergizi ini, itulah menjadi generasi kita dengan IQ kalau bisa 120 ya,” katanya.
Dengan kecerdasan intelektual yang tinggi, boleh jadi kata Tigor Indonesia akan sepeti Jepang, sebagai salah satu pusat penemuan inovasi di dunia.
“Jadi Indonesia nanti pusat penemuan berbagai inovasi di dunia. Berani Adik-adik? Mau? Mau menjadi ini, Indonesia menjadi pusat teknologi di dunia? Yes! Nah, itulah tujuan kita nantinya dengan melakukan Makan Bergizi Gratis,” ucapnya menambahkan.
Semula, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan Program MBG terus berkembang di awal 2026.
Hingga 19 Januari 2026, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi mencapai 21.102 unit, meningkat dari 19.188 SPPG saat peluncuran program tahun 2026 pada 8 Januari lalu.














