Terobosan medis yang menjanjikan datang dari dunia sains reproduksi. Para peneliti di Universitas Bar-Ilan, Israel, melaporkan keberhasilan mereka dalam menciptakan organ testis buatan (artificial testicles) di laboratorium.
Penemuan ini membuka jalan baru bagi pengobatan infertilitas pria yang selama ini menjadi tantangan besar di dunia medis.
Studi yang dipimpin oleh Dr. Nitzan Gonen ini berhasil menumbuhkan organoid testis—tiruan organ berukuran mini—menggunakan sel-sel yang diambil dari testis tikus yang baru lahir.
Tumbuh Selama 9 Minggu
Dalam prosesnya, tim peneliti membiakkan sel-sel testis tersebut di laboratorium selama sembilan minggu. Durasi ini dianggap cukup krusial karena secara teoritis merupakan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan siklus produksi sperma lengkap.
“Testis buatan ini adalah model yang menjanjikan untuk penelitian dasar mengenai perkembangan dan fungsi testis, yang nantinya dapat diterjemahkan menjadi aplikasi terapeutik untuk gangguan perkembangan seksual dan infertilitas,” ungkap Dr. Gonen dikutip inilah.com dari Military times, Senin (2/2).
Meski tim peneliti belum dapat memastikan apakah testis buatan ini telah menghasilkan sperma yang berfungsi penuh, mereka mencatat adanya tanda-tanda awal produksi sel sperma (meiosis). Temuan ini menjadi indikator kuat bahwa organ buatan tersebut berfungsi menyerupai organ aslinya secara biologis.
Solusi untuk Korban Kanker Anak
Latar belakang penelitian ini didasari oleh fakta bahwa infertilitas dialami oleh 1 dari 6 orang di dunia, di mana faktor infertilitas pria menyumbang 50% dari kasus tersebut.
Dr. Gonen dan timnya memiliki visi jangka panjang untuk mereplikasi kesuksesan ini menggunakan sel manusia. Jika berhasil, teknologi ini bisa menjadi penyelamat bagi anak laki-laki yang menjalani pengobatan kanker.
Seperti diketahui, kemoterapi dan radiasi yang menyelamatkan nyawa anak-anak penderita kanker seringkali memiliki efek samping merusak kesuburan. Statistik menunjukkan 1 dari 3 anak laki-laki yang menjalani perawatan tersebut berisiko mengalami kemandulan permanen.
Dengan teknologi ini, di masa depan dokter mungkin dapat mengambil biopsi (sampel kecil) dari testis anak sebelum kemoterapi, membiakkannya menjadi organoid yang subur di lab, dan kemudian menggunakannya untuk menghasilkan sperma saat anak tersebut dewasa dan ingin memiliki keturunan.
Uji Toksin Lingkungan
Selain untuk reproduksi, organoid testis ini juga memiliki fungsi vital lain dalam penelitian.
Organ buatan ini dapat digunakan sebagai model uji coba untuk melihat dampak paparan racun, opioid, dan faktor lingkungan lainnya terhadap kesuburan pria, tanpa harus melakukan tes pada manusia hidup.














