Toyota kembali menjadi raja otomotif dunia tahun 2025 dengan penjualan 11,3 juta unit. (Foto: Toyota of Morristown)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Raksasa otomotif asal Jepang, Toyota, kembali menunjukkan taringnya di panggung dunia. Sepanjang tahun 2025, Toyota Group sukses mencetak rekor penjualan fantastis dengan melepas lebih dari 11,3 juta unit kendaraan ke pasar global. Angka ini sekaligus mempertegas posisi mereka sebagai produsen mobil nomor satu di planet Bumi, meninggalkan pesaing terdekatnya, Volkswagen, yang justru menunjukkan tren melesu.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Drive, total penjualan Toyota Motor Corporation –yang mencakup merek Toyota, Lexus, Daihatsu, dan Hino– mencapai 11.322.575 unit. Capaian ini tumbuh 4,6 persen dibandingkan performa tahun 2024 yang tercatat di angka 10,8 juta unit, sekaligus melampaui rekor historis perusahaan pada 2023 silam.
Jika membedah dapur pacunya, merek Toyota sendiri menyumbang 9.654.576 unit, disusul Lexus dengan 882.231 unit. Menariknya, 82 persen dari total penjualan tersebut terjadi di luar pasar domestik Jepang, menandakan kuatnya penetrasi global mereka di tengah gempuran brand-brand baru.
Kebangkitan Daihatsu dan Tumbangnya Tesla Model Y
Salah satu sorotan utama adalah kembalinya Toyota RAV4 sebagai mobil terlaris di dunia. SUV andalan ini diperkirakan resmi menggeser Tesla Model Y, mengulang sukses serupa pada tahun 2024.
Di sisi lain, Daihatsu menunjukkan napas panjang pasca skandal uji keselamatan. Spesialis mobil mungil ini mencatatkan lonjakan penjualan 25,8 persen dibanding tahun 2024, meski secara total masih di bawah rekor tahun 2023.
Kontras dengan Daihatsu, divisi truk Hino justru harus rela terkoreksi dengan penurunan sebesar 12 persen.
Volkswagen Melandai, Hyundai Menguntit
Nasib berbeda dialami rival abadi Toyota, Volkswagen (VW) Group. Raksasa Jerman ini hanya mampu membukukan penjualan 8.983.900 unit, turun tipis dari tahun sebelumnya. Ini menjadi catatan tahunan terburuk VW sejak 2022, jauh merosot dari masa kejayaan mereka di tahun 2019 yang menembus angka 10,9 juta unit.
Meski demikian, VW tidak sepenuhnya layu. Penjualan kendaraan listrik murni (BEV) mereka justru melonjak 32 persen dengan pengiriman 983.100 unit. Hal ini mengindikasikan transisi energi yang cukup agresif di kubu Jerman, meski volume kendaraan konvensional mereka menyusut 5,5 persen.
Mengekor di posisi ketiga, Hyundai Motor Group (Hyundai, Kia, Genesis) tampil stabil dengan pengiriman 7,27 juta unit. Sementara itu, pabrikan asal Tiongkok, BYD, mulai menunjukkan ancaman serius dengan menempati posisi keempat lewat penjualan 4,6 juta unit, unggul tipis atas SAIC dan Geely.
Dominasi Toyota di tahun 2025 ini seolah mengirimkan pesan jelas: di tengah hiruk-pikuk transisi kendaraan listrik, keandalan mesin dan kepercayaan konsumen global terhadap brand Jepang masih menjadi hukum yang belum terpatahkan.














