Gentengisasi Prabowo Butuh Anggaran Rp1 Triliun, Purbaya Mau ‘Comot’ dari MBG

Gentengisasi Prabowo Butuh Anggaran Rp1 Triliun, Purbaya Mau ‘Comot’ dari MBG

Clara Medium.jpeg

Selasa, 3 Februari 2026 – 16:35 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kedua kanan) berbincang bersama Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq (kiri) usai pelantikan Dewan Energi Nasional (DEN) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1/2026). (Foto: Antara Foto/Bayu Pratama S/wsj).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kedua kanan) berbincang bersama Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq (kiri) usai pelantikan Dewan Energi Nasional (DEN) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1/2026). (Foto: Antara Foto/Bayu Pratama S/wsj).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons konsep gentengisasi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Konsep tersebut merupakan terobosan pemerintah untuk mengganti atap seng dengan genteng.

Ia mengatakan pemerintah membuka peluang pengambilan pos anggaran dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Purbaya menyebut anggaran yang dibutuhkan kurang dari Rp1 triliun.

“Gentengisasi tidak sampai Rp1 triliun. Ada kemungkinan dari situ (MBG), ada juga kemungkinan dari tempat lain,” ujar Purbaya usai agenda Indonesia Economic Summit di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Bendahara negara itu mengatakan realisasi konsep gentengisasi tidak memerlukan anggaran besar. Namun, saat ditanya jumlah rumah yang akan diganti atapnya, ia menyebut jumlahnya kemungkinan tidak banyak.

“Tapi cukuplah, nggak banyak-banyak banget kalau nggak salah anggarannya. Gentengisasi kan untuk ganti genteng seng dengan genteng batu-batuan itu, bekas minyak, segala macam,” kata dia.

“Itu kan hitungannya kasar sekali (yang bakal diganti). Semua rumah dihitung, terus semua rumah diganti, padahal kan yang diganti paling berapa puluh persen yang pakai seng. Jadi harusnya angkanya lebih kecil dari yang Anda dengar,” tambahnya.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto memperkenalkan konsep gentengisasi sebagai salah satu terobosan pemerintah untuk mengganti penggunaan atap seng menjadi genteng.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam taklimat Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Prabowo menyebut proyek gentengisasi menjadi salah satu pilar utama Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).

Gagasan ini muncul dari pengamatannya terhadap kondisi permukiman di wilayah perkotaan hingga pedesaan yang masih didominasi atap seng, yang dinilai tidak ideal.

“Salah satu dalam rangka indah, saya lihat Saudara-saudara, semua kota, semua kota, kecamatan, hampir semua desa kita sekarang, maaf ya, terlalu banyak genteng dari seng. Seng ini panas untuk penghuni. Seng ini juga berkarat. Jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng,” kata Prabowo.

Prabowo juga menyinggung ketergantungan terhadap industri aluminium dan mendorong penggunaan material alternatif yang lebih sesuai dengan kondisi Indonesia.

“Maaf, saya tidak tahu ini dari dulu industri aluminium dari mana ya. Maaf, bikin yang lain-lain, deh,” ucapnya.

Ia menyatakan harapannya agar seluruh rumah di Indonesia menggunakan genteng sebagai atap utama. Prabowo juga meminta agar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dilengkapi dengan fasilitas produksi genteng.

“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi ini nanti gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia. Alat-alat genteng itu, alat pabrik genteng itu tidak mahal. Jadi nanti koperasi-koperasi Merah Putih akan kita lengkapi dengan pabrik genteng. Genteng itu bahan bakunya dari tanah dan dengan dicampur dengan beberapa zat limbah lainnya bisa ringan dan kuat,” jelas Prabowo.

Visited 6 times, 1 visit(s) today