UEA tarik semua diplomat di Kedutaan Iran hingga tutup pasar saham. (Foto: Getty images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki babak baru yang semakin mengkhawatirkan. Merespons serangan rudal Iran yang menargetkan wilayahnya, pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) mengambil langkah diplomasi dan ekonomi yang drastis pada Senin (2/3/2026).
UEA secara resmi mengumumkan penutupan Kedutaan Besar di Teheran. Tak hanya itu, seluruh anggota misi diplomatik, termasuk Duta Besar UEA untuk Republik Islam Iran, langsung ditarik mundur dari negara tersebut.
Langkah tegas ini merupakan buntut dari rentetan agresi yang dinilai mengancam kedaulatan negara. Melalui pernyataan resmi di platform X (sebelumnya Twitter) di akun @mofauae, Kementerian Luar Negeri UEA mengecam keras serangan Iran yang menyasar fasilitas vital.
“Serangan-serangan bermusuhan terhadap lokasi-lokasi sipil—termasuk daerah pemukiman, bandara, pelabuhan, dan fasilitas pelayanan—membahayakan warga sipil yang tidak bersalah. Ini adalah eskalasi yang serius, tidak bertanggung jawab, serta pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan nasional, hukum internasional, dan Piagam PBB,” tegas Kemlu UEA, Senin (2/3/2026).
Ancaman Terhadap Stabilitas Ekonomi dan Energi
Lebih lanjut, Abu Dhabi menegaskan bahwa penarikan diplomat ini adalah wujud sikap tanpa kompromi UEA terhadap segala bentuk agresi. Sikap provokatif Teheran dinilai telah menyabotase upaya perdamaian (deeskalasi) dan menyeret kawasan Timur Tengah ke jurang kehancuran.
Menurut Kemlu UEA, manuver Iran tidak hanya mengancam perdamaian regional dan internasional, tetapi juga berpotensi melumpuhkan keamanan energi serta stabilitas ekonomi global.
Kekhawatiran akan dampak ekonomi ini langsung direspons dengan kebijakan darurat. Otoritas UEA memutuskan untuk menutup pasar saham utamanya selama dua hari, yakni pada Senin dan Selasa. Pembekuan bursa ini dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk menghindari kejatuhan (crash) pasar yang lebih dalam akibat kepanikan investor.
Etihad Airways Setop Penerbangan
Kelumpuhan tak hanya terjadi di sektor diplomasi dan finansial, tetapi juga menjalar ke sektor transportasi udara. Menutupnya wilayah udara regional memaksa maskapai penerbangan nasional UEA, Etihad Airways, untuk menangguhkan seluruh operasionalnya.
Berdasarkan informasi yang dirilis pada Minggu (1/3/2026), Etihad menghentikan sementara seluruh penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Abu Dhabi. Penangguhan ini diberlakukan setidaknya hingga Senin (2/3/2026) pukul 02.00 waktu setempat demi menjamin keselamatan penumpang di tengah ancaman udara yang masih mengintai.












