Bayang-Bayang Perang Global: Akankah NATO dan Korea Utara Terseret Konflik Iran?

Bayang-Bayang Perang Global: Akankah NATO dan Korea Utara Terseret Konflik Iran?

Reyhaanah Medium.jpeg

Rabu, 25 Maret 2026 – 17:23 WIB

Pakar hubungan internasional, Teuku Rezasyah. (Foto: Antara)

Pakar hubungan internasional, Teuku Rezasyah. (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Eskalasi ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS) kini berada di titik nadir yang mencemaskan. Pakar hubungan internasional, Teuku Rezasyah, memperingatkan bahwa konflik ini memiliki daya ledak yang mampu meluas menjadi perang kawasan, bahkan memicu konfrontasi global yang melibatkan kekuatan nuklir.

Kunci dari pergeseran peta konflik ini, menurut Rezasyah, terletak pada sikap negara-negara Teluk. Selama ini, blok tersebut dikenal sebagai sekutu dekat Washington. Namun, kehadiran militer Iran yang kian digdaya mulai mengubah kalkulasi politik di kawasan tersebut.

“Negara-negara Teluk kini bersikap lebih netral. Mereka enggan terjebak dalam perang yang diprakarsai AS dan Israel, terutama jika serangan tersebut dianggap tidak sah secara hukum internasional,” ujar Rezasyah kepada Inilah.com, Rabu (25/3/2026).

Diplomasi Bawah Tanah dan Netralitas Teluk

Situasi di lapangan kini menjadi ajang tarik-ulur kepentingan. Di satu sisi, Amerika Serikat diprediksi tengah melancarkan diplomasi ‘bawah tanah’ untuk menggalang koordinasi besar melawan Teheran. 

Di sisi lain, Iran terus menekan negara-negara tetangganya agar tidak membiarkan wilayah mereka dijadikan pangkalan serangan oleh pihak asing.

Rezasyah menegaskan, perang kawasan hanya akan meletus jika negara-negara Teluk memutuskan untuk ‘berjudi’ mendukung militer AS dengan segala risiko pembalasan dari Iran.

Skenario ‘False Flag’ dan Keterlibatan NATO

Hal yang jauh lebih mengerikan adalah potensi berubahnya ketegangan regional menjadi perang dunia. Rezasyah menyoroti kemungkinan adanya provokasi terencana atau skenario false flag—serangan yang direkayasa untuk menyalahkan Iran—guna memancing keterlibatan sekutu AS di luar Timur Tengah.

“Konflik global menjadi sangat mungkin jika ada skenario false flag yang dibenarkan oleh setidaknya satu sekutu AS di luar kawasan,” jelasnya.

Lebih jauh, ia memperingatkan jika salah satu anggota NATO terseret dalam operasi gabungan melawan Iran, maka efek domino tidak akan terhindarkan. Kondisi ini diprediksi akan memaksa negara-negara pro-Iran untuk turun tangan.

“Jika NATO terlibat, itu berpotensi mengundang keterlibatan negara-negara yang selama ini berada di orbit Teheran, seperti Pakistan hingga Korea Utara,” pungkas Rezasyah.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 6 times, 1 visit(s) today