Cari Titik Terang, Komnas HAM Dorong Bareskrim Usut Tuntas Teror ke Aktivis KontraS

Cari Titik Terang, Komnas HAM Dorong Bareskrim Usut Tuntas Teror ke Aktivis KontraS

syahidan.jpg

Selasa, 31 Maret 2026 – 16:05 WIB

Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Amiruddin Al Rahab. (Foto: Antara/Muhammad Zulfikar)

Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Amiruddin Al Rahab. (Foto: Antara/Muhammad Zulfikar)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Amiruddin Al Rahab mendorong agar Bareskrim Polri mengambil alih penanganan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

“Komnas HAM menyatakan Bareskrim Polri perlu mengambil alih kasus ini,” kata Amiruddin kepada wartawan, Selasa (31/3/2026).

Amiruddin menilai Bareskrim Polri sebaiknya menangani langsung perkara itu agar bisa diusut secara jelas dan menyeluruh. Ia beralasan, jika prosesnya berlarut-larut, peluang hilangnya barang bukti akan semakin besar.

“Agar kasus ini terbuka terang-benderang dan bisa cepat prosesnya. Karena semakin lama berproses, ada potensi ruang untuk penghilangan barang bukti,” ujarnya.

Ia juga menyoroti perbedaan kewenangan dalam penanganan perkara tersebut.

Menurutnya, di pihak TNI kasus itu ditangani oleh Danpuspom, sementara di kepolisian masih berada di level Polda yang ditangani perwira berpangkat Komisaris Besar (Kombes).

“Yang kedua, ini kan Danpuspom di TNI. Nah, kalau ini masih di Polda. Polda kan levelnya Kombes tuh yang menangani, makanya saya dorong Bareskrim agar otoritas yang digunakan juga memadai untuk membuka kasus ini,” ucapnya.

Menurutnya, Polri tidak boleh berhenti melakukan proses penyelidikan. Meskipun pihak TNI telah mengumumkan para tersangka.

“Tapi ini pasti harus dibuka keterlibatan banyak pihak, dan itu kan di Polri. Nah, makanya saya bilang Mabes Polri melalui Bareskrim mesti masuk ini sekarang, supaya bisa lebih cepat,” katanya.

Kemudian, ia menambahkan, Polri perlu menyampaikan ke publik terkait langkah-langkah yang sudah dilakukan dalam proses penyelidikan dalam kasus tersebut.

“Nah, saya rasa kalau langkah-langkah seperti itu dilakukan maka kasus ini akan bisa terbuka lebih lebar. Kan banyak berulang kasus seperti ini, ya kan? Apakah kasus ini saling berkait? Ya kan? Kita kan belum tahu hari ini,” ucapnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 6 times, 1 visit(s) today