Maddison “Malu”, Klub Sebesar Tottenham Berada di Jurang Degradasi

Maddison “Malu”, Klub Sebesar Tottenham Berada di Jurang Degradasi

Gelandang kreatif Tottenham Hotspur, James Maddison, blak-blakan meluapkan rasa frustrasinya setelah The Lilywhites terseret ke dalam drama menegangkan: lolos dari lubang jarum degradasi.

Maddison tanpa ragu menyebut posisi Spurs saat ini sebagai sebuah tamparan keras dan hal yang memalukan untuk klub sebesar Tottenham.

Nestapa Spurs semakin menjadi-jadi setelah takluk 2-1 dari Chelsea dalam derbi panas di Stamford Bridge, Selasa malam. Gol dari Enzo Fernandez dan Andrey Santos hanya mampu dibalas lewat gol hiburan Richarlison di menit-menit akhir.

Kekalahan ini memaksa skuad asuhan Roberto De Zerbi megap-megap di peringkat ke-17 klasemen—hanya terpaut tipis dua poin dari zona merah.

Kini, nasib tragis atau selamatnya Spurs harus ditentukan pada laga hidup-mati pekan terakhir melawan Everton, Hari Minggu besok.

“Kami harus memberikan segalanya untuk klub, untuk lambang klub, dan untuk para penggemar,” tegas Maddison. “Agak memalukan bahwa kami berada dalam posisi ini. Kami akan sangat membutuhkan dukungan para penggemar, yang tampil luar biasa malam ini. Saya rasa kami memiliki pendukung tandang terbaik di liga.”

Beban Mental dan Bayang-bayang Cedera Horor

Di tengah tuntutan menyelamatkan klub, Maddison sebenarnya sedang bertaruh dengan kariernya sendiri. Pemain Timnas Inggris ini baru saja merumput kembali pada April lalu setelah absen panjang akibat operasi ACL.

Ia mengaku masih dihantui ketakutan psikologis akibat risiko cedera parah yang bisa merenggut masa depannya.”Siapa pun yang pernah mengalami cedera ini tahu bahwa kembali ke lapangan itu tidak mudah. Akan menjadi bencana bagi karier saya jika terjadi sesuatu yang buruk lagi,” cetus Maddison kepada Sky Sports.

Meski belum fit 100%, De Zerbi tampaknya tidak punya pilihan lain. Visi dan kreativitas Maddison sangat dibutuhkan untuk membongkar lini pertahanan Everton di laga pamungkas nanti.

“Saya tahu saya belum berada di performa terbaik karena absen lama. Tapi menjadi kreatif adalah tugas saya, untuk itulah saya dibayar. Saya akan memberikan segalanya pada hari Minggu nanti,” tambah Maddison, sembari meminta dukungan penuh dari para suporter yang ia sebut sebagai “pendukung tandang terbaik di liga.”

Skenario Horor Menuju Championship

Pertandingan hari Minggu nanti akan menjadi penentu sejarah. Taruhannya sangat besar, tidak hanya soal reputasi, tetapi juga masa depan finansial dan eksodus para pemain bintang Spurs.

Jika Tottenham gagal menjinakkan Everton, dan di laga lain West Ham sukses menumbangkan Leeds, maka raksasa London ini akan mencatatkan sejarah kelam: terlempar dari kasta tertinggi Premier League ke jurang Championship musim depan

Visited 7 times, 1 visit(s) today