IMPACT Digital Media Forum 2026 di PIK2 Signature Marketing Gallery, Rabu (17/6/2026). (Foto: inilah.com/Harris Muda)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
CEO Daunnet Media sekaligus content creator Siswanto Nandja mengungkap kesalahan yang paling sering dilakukan para kreator pemula ketika mulai membuat konten di media sosial.
Pria yang akrab disapa Ciwank Cyril itu menilai banyak kreator baru terlalu fokus membangun citra diri dibandingkan memikirkan bagaimana pesan dalam konten dapat diterima dengan baik oleh audiens.
Hal tersebut disampaikan Ciwank saat menjadi pembicara dalam IMPACT Digital Media Forum 2026 yang digelar di PIK2 Signature Marketing Gallery, Rabu (17/6/2026).
“Oh, kesalahan apa yang sering terjadi dalam proses pembuatan konten, ya? Banyak. Saya kan kebetulan ada komunitas konten kreator juga ya, tapi niche-nya itu video editing,” kata Ciwank.
Menurutnya, banyak kreator pemula ingin terlihat keren, pintar, sempurna, atau menggunakan kalimat yang terdengar hebat. Padahal pendekatan seperti itu belum tentu efektif untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
“Jujur, banyak teman-teman yang mencoba bikin konten itu pengen terlihat keren, pengen terlihat ganteng, pengen terlihat pintar banget, pengen terlihat kayak ‘oh, kalimatnya, ininya bagus banget’,” ujarnya.
Ciwank menjelaskan tujuan utama sebuah konten seharusnya adalah menyampaikan informasi secara jelas dan mudah dipahami. Karena itu, penggunaan bahasa yang sederhana justru lebih efektif dibandingkan bahasa yang terlalu rumit.
Ia mengingatkan bahwa konten di media sosial bisa ditonton siapa saja dengan latar belakang pendidikan dan lingkungan yang berbeda-beda.
“Padahal sebenarnya kalian enggak tahu kalau misalkan, siapa tahu aja itu videonya kelempar ke daerah mana itu yang pendidikannya enggak ini, jadi butuh bahasa yang simpel aja,” katanya.
Menurut Ciwank, kreator tidak perlu memaksakan diri menggunakan gaya komunikasi yang bukan karakter aslinya. Justru, karakter personal menjadi elemen penting dalam membangun hubungan dengan audiens.
Ia mencontohkan dirinya yang tetap menggunakan gaya bahasa sehari-hari seperti sapaan “lo-gue” dalam berbagai kontennya. Pendekatan tersebut dipilih karena terasa lebih natural dan mudah diterima audiens.
“Jadi kalau misalkan kesalahan teman-teman memulai konten apa, kalau misalkan dari kasus aku ya, jangan mau kelihatan keren. Sampaikan aja informasi yang teman-teman mau buat, deliver-kan informasi itu dengan karakter teman-teman,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ciwank menilai personal branding yang kuat tidak dibangun dari satu konten yang viral, melainkan dari konsistensi karakter yang ditampilkan seorang kreator.
Menurutnya, audiens cenderung mengingat cara seseorang menyampaikan pesan dibandingkan isi satu konten tertentu.
“Karakter teman-teman, gitu. Itu yang bakal bikin personal branding teman-teman dikenal. Oh, orang ini kayak gini cara nyampainya, oh orang ini kayak gini, oh orang ini kayak gini, itu yang bakal diingat, teman-teman,” kata Ciwank.
IMPACT Digital Media Forum 2026 merupakan bagian dari rangkaian perayaan pencapaian Inilah.com yang berhasil menembus 1 miliar likes di platform TikTok.
Mengusung tema Building Digital Impact in the Digital Era, forum tersebut menghadirkan sejumlah praktisi industri kreatif untuk berbagi pengalaman mengenai strategi membangun konten digital yang mampu menjangkau audiens luas sekaligus memberikan dampak nyata.
Selain Ciwank, forum juga menghadirkan Creative Director Inilah.com Rebby Noviar dan Co-Founder Bukancumaposting Hasanul Bana sebagai pembicara.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














