Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (15/9/2025).(Foto: inilah.com/Reyhaanah Asya)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil meminta aparat penegak hukum mengusut secara menyeluruh, kemungkinan adanya tindak pidana lain maupun korban lain dalam kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap wanita di Bandung, Jawa Barat.
Menurut dia, jika dalam penyidikan ditemukan adanya korban lain atau tindak pidana lainnya, maka harus diungkap secara terbuka dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Tidak boleh ada ruang bagi pelaku kekerasan untuk lolos dari pertanggungjawaban hukum,” kata Nasir kepada wartawan, Kamis (25/6/2026).
Politikus PKS itu menegaskan, proses hukum harus berjalan secara profesional, transparan, dan memberikan hukuman yang setimpal apabila pelaku terbukti bersalah di pengadilan.
Kasus tersebut tidak hanya menyisakan luka fisik bagi korban, tetapi juga trauma psikologis yang mendalam sehingga penanganannya harus dilakukan secara komprehensif.
“Korban harus mendapatkan pendampingan medis, psikologis, dan perlindungan hukum secara maksimal. Negara memiliki kewajiban memastikan korban memperoleh pemulihan yang layak sekaligus menjamin hak-haknya selama proses peradilan berlangsung,” tandasnya.
Sebelumnya, polisi menempatkan tersangka Taufik Hidayat (30), pelaku penyekapan dan penyiksaan terhadap wanita berinisial YTR (29) di sel khusus Mapolda Jawa Barat.
Penempatan tersangka di sel khusus sengaja dilakukan untuk mencegah hal yang tak diinginkan. Meski hanya seorang diri di ruang isolasi, namun polisi telah memasangkan perangkat kamera pengawas (CCTV) untuk memantau gerak-geriknya selama 24 jam.
“Dipasang kamera CCTV. Nanti dia akan berada sendiri di sel itu dengan tetap dalam pengawasan,” ujar Kapolda Jabar, Irjen Rudi Setiawan, Kamis (25/6/2026).
Rudi menilai aksi pelaku terlalu sadis, terlebih lagi penganiayaan terhadap korban berlangsung cukup lama yakni selama tiga tahun. Hingga saat ini korban mengalami trauma berat disertai sejumlah luka di tubuhnya.
“Apa yang dilakukan pelaku ini sangat tidak wajar dan di luar kebiasaan perilaku seseorang terhadap kekasihnya alias ini terlalu sadis,” jelasnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














