Tragedi Pesawat AMA di Papua, Pemerintah Janji Kejar dan Tindak Pelaku

Tragedi Pesawat AMA di Papua, Pemerintah Janji Kejar dan Tindak Pelaku

Ajat Medium.jpeg

Jumat, 3 Juli 2026 – 22:47 WIB

Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago.(Foto: dok-kemenkopolkam)

Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago.(Foto: dok-kemenkopolkam)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pemerintah menegaskan tidak akan menoleransi aksi kekerasan terhadap penerbangan sipil di Papua setelah insiden pembakaran pesawat milik PT Airfast/Associated Mission Aviation (AMA) PK-RCY dan tewasnya pilot pesawat tersebut di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam)  Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, mengutuk keras pembakaran pesawat serta tindakan keji terhadap pilot pesawat AMA yang diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Menurut Djamari, sejak menerima informasi awal mengenai insiden tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan terus memantau perkembangan situasi serta melakukan koordinasi intensif dengan TNI, Polri, kementerian, lembaga, dan instansi terkait untuk menangani peristiwa yang terjadi di Bandara Perintis Ipeheik, Kampung Balinggama, Kabupaten Yahukimo.

“Kami terus melakukan langkah-langkah koordinatif bersama TNI, Polri, serta seluruh kementerian dan lembaga terkait guna memastikan penanganan insiden berjalan secara cepat dan terkoordinasi,” ujarnya seperti dikutip, Jumat (3/7/2026).

Pemerintah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel TNI, Polri, dan unsur terkait yang berhasil mengevakuasi jenazah pilot pesawat AMA, Nicholas F. Goselin, pada Jumat (3/7) sekitar pukul 09.00 WIT.

Saat ini, jenazah telah berada di Rumah Sakit Tentara (RST) Timika. Selanjutnya, Komando Operasi TNI Habema akan menyerahkan jenazah kepada PT AMA untuk diterbangkan ke Jakarta.

Djamari menegaskan, serangan terhadap pesawat perintis bukan hanya merupakan tindak kriminal, tetapi juga mengancam pelayanan publik yang sangat bergantung pada transportasi udara di wilayah Papua.

“Pemerintah tidak akan menoleransi segala bentuk kekerasan dan tindakan keji terhadap masyarakat maupun sarana transportasi udara yang menjadi urat nadi pelayanan bagi kehidupan masyarakat di Papua,” tegasnya.

Pemerintah memastikan aparat TNI dan Polri akan terus melakukan penyelidikan dan penegakan hukum terhadap para pelaku.

Di sisi lain, langkah-langkah pengamanan penerbangan perintis juga akan diperkuat guna menjamin keselamatan masyarakat serta menjaga keberlangsungan distribusi logistik dan pelayanan publik di wilayah Papua.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 4 times, 1 visit(s) today