Kapten Tim Nasional Mesir, Mohamed Salah, mengaku sangat bangga bisa mengukir sejarah baru usai membawa timnya meraih kemenangan perdana di fase gugur Piala Dunia. Mesir sukses menyingkirkan Australia lewat babak adu penalti yang mendebarkan pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Pertandingan ini terpaksa diselesaikan melalui babak adu tos-tosan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu (extra time) usai. Di babak penalti, Mesir keluar sebagai pemenang dengan skor 4-2.
Panenka “Menit Terakhir” Demi Kepercayaan Diri Tim
Salah satu momen paling ikonik di laga ini terjadi ketika Mohamed Salah maju sebagai eksekutor penalti ketiga untuk Mesir. Mantan bintang Liverpool tersebut dengan tenang melepaskan tendangan Panenka (mencungkil bola ke tengah gawang) yang sukses mengecoh kiper pengganti Australia, Mathew Ryan.
Ryan sendiri sengaja dimasukkan jelang akhir babak tambahan waktu untuk menggantikan kiper utama Patrick Beach, khusus untuk menghadapi adu penalti.
“Jika ada yang harus melakukan hal itu (Panenka), itu adalah saya,” ujar Salah seusai laga. “Saya lebih berpengalaman daripada yang lain dan saya ingin memberi mereka kepercayaan diri. Saya memutuskannya pada menit terakhir, saya harus melakukannya.”
Salah tampak sangat emosional saat peluit panjang dibunyikan. Kemenangan ini memberikan kesempatan emas bagi Mesir untuk melangkah lebih jauh di turnamen bergengsi ini.
“Ini adalah sejarah,” tambah Salah. “Saya mengatakan kepada anak-anak sebelum pertandingan bahwa ini adalah panggung terbesar yang bisa kalian mainkan. Nikmati saja dan jangan biarkan tekanan menguasai kalian. Saya senang kami berhasil memenangkan pertandingan, nasib buruk bagi (Australia) yang kalah lewat penalti. Saya senang kami mengukir sejarah hari ini.”
Gol Bersejarah Emam Ashour dan Kesialan Mohamed Hany
Mesir sejatinya unggul lebih dulu pada menit ke-13 melalui aksi Emam Ashour. Berawal dari tendangan bebasnya yang sempat diblok, Ashour berhasil menanduk umpan silang lanjutan yang tak mampu dijangkau oleh kiper Patrick Beach.
Gol tersebut sangat bersejarah karena merupakan gol pertama Mesir di fase sistem gugur Piala Dunia, sekaligus gol ke-250 yang tercipta di sepanjang turnamen 2026 ini.
Mesir nyaris menggandakan keunggulan di awal babak kedua lewat tembakan Omar Marmoush dari Manchester City yang melenceng tipis, serta sundulan Ramy Rabia yang berhasil digagalkan.
Namun, petaka datang bagi Mesir ketika Australia sukses menyamakan kedudukan lewat gol bunuh diri. Mohamed Hany, yang sebelumnya sempat mengalami benturan keras di kepala, salah mengantisipasi tendangan bebas inswinging dari Aiden O’Neill sehingga bola justru masuk ke gawangnya sendiri.
Kesempurnaan Penalti Mesir dan Kutukan Australia
Di babak adu penalti, para eksekutor Mesir tampil dengan mental baja dan sukses mengonversi seluruh empat kesempatan penalti mereka dengan sempurna. Sebaliknya, dua eksekutor Australia, Harry Souttar dan Lucas Herrington, gagal menjalankan tugasnya.
Kekalahan menyakitkan ini sekaligus memperpanjang rekor kelam bagi skuad Socceroos. Australia kini tercatat selalu gagal melaju ke babak selanjutnya dalam tiga penampilan terakhir mereka di laga fase gugur Piala Dunia.
Berkat kemenangan bersejarah ini, Timnas Mesir kini bersiap menatap babak 16 besar Piala Dunia 2026. Di fase krusial tersebut, armada The Pharaohs akan menantang pemenang dari duel sengit antara Argentina melawan Tanjung Verde (Cape Verde).










