MPR Tegaskan Butuh Komitmen Bersama Jaga Kesehatan Mental Anak

MPR Tegaskan Butuh Komitmen Bersama Jaga Kesehatan Mental Anak

Diana Medium.jpeg

Minggu, 12 Juli 2026 – 16:20 WIB

Ilustrasi kesehatan mental anak. (Dokumentasi: Istockphoto)

Ilustrasi kesehatan mental anak. (Dokumentasi: Istockphoto)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat atau yang akrab disapa Rerie menyatakan butuh langkah nyata yang lahir dari komitmen bersama, untuk membangun mekanisme penguatan dan penanganan kesehatan jiwa bagi generasi penerus bangsa.

Hal ini ia utarakan menanggapi data Polri yang mencatat kasus bunuh diri pada kelompok usia anak (0–15 tahun) meningkat lebih dari dua kali lipat dalam dua tahun, dari 604 kasus pada 2022 menjadi 1.498 kasus pada 2024.

“Dibutuhkan langkah nyata bersama dalam mewujudkan generasi penerus yang berdaya saing dengan mendorong agar kesehatan jiwa atau mental anak mendapat perhatian serius semua pihak,” kata Rerie, Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Berdasarkan hasil skrining melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dirilis Kementerian Kesehatan pada Januari 2026, sebanyak 4,8 persen atau sekitar 363.326 anak usia 7–17 tahun terindikasi memiliki gejala depresi.

Menurut Rerie, sejumlah catatan tersebut menunjukkan tren yang sangat mengkhawatirkan. Ia menilai masalah kesehatan mental anak seringkali erat kaitannya dengan pengalaman kekerasan yang pernah dialami anak.

Dalam upaya mengatasi masalah itu, Anggota Komisi X DPR RI itu menilai pelibatan anak dan pihak-pihak terkait lainnya dalam proses mencari solusi sangat penting.

“Agar kebijakan yang lahir untuk mengatasi kendala yang ada memiliki perspektif anak, sehingga diharapkan upaya yang dilakukan lebih komprehensif dalam meningkatkan kesehatan mental anak,” ungkapnya.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu mendorong agar penanganan kasus kekerasan dan masalah kesehatan mental anak harus mendapat dukungan dan melibatkan semua pihak terkait.

Karena, lanjutnya, kesehatan mental anak yang baik merupakan fondasi penting menuju visi Indonesia Emas 2045. 

“Tanpa kesiapan mental dan psikologis yang sehat, generasi penerus akan kesulitan menghadapi tantangan global dan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa,” tambah Rerie.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 2 times, 2 visit(s) today