Guncang Pasar Ekonomi, Media Asing Soroti Keputusan Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI

Guncang Pasar Ekonomi, Media Asing Soroti Keputusan Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI

Keputusan mengejutkan Perry Warjiyo untuk melangkah mundur dari posisi Gubernur Bank Indonesia (BI) tak hanya memicu gelombang diskusi di dalam negeri, tetapi juga menyedot perhatian serius media ekonomi internasional. 

Kantor berita global sekelas Reuters dan Financial Times langsung menyoroti respons pasar serta kecemasan investor atas transisi kepemimpinan bank sentral di negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini.

Reuters Soroti Sinyal Kecemasan Pasar dan Kredibilitas BI

Laporan khusus yang dirilis kantor berita global Reuters bertajuk Analysts’ reaction to Bank Indonesia Governor Perry Warjiyo stepping down membedah berbagai sudut pandang ekonom mancanegara. Reuters menilai pengunduran diri Perry secara mendadak merupakan kabar mengejutkan yang berpotensi membuat para investor gelisah, terutama di tengah kekhawatiran yang masih tersisa mengenai independensi bank sentral.

Ekonom Senior DBS Singapura, Radhika Rao, mengungkapkan dalam laporan Reuters bahwa Perry memegang peranan krusial dalam menuntun perekonomian Indonesia keluar dari berbagai guncangan eksternal. Mulai dari badai pandemi COVID-19 hingga krisis geopolitik di kawasan Asia Barat.

Menurut Rao, BI di bawah komando Perry berhasil menerapkan kerangka kerja terintegrasi yang memadukan bauran kebijakan suku bunga, instrumen likuiditas, intervensi valuta asing, serta koordinasi erat dengan pemerintah. Bauran ini memberi BI fleksibilitas untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas rupiah, inflasi, pertumbuhan kredit, dan ketahanan sektor keuangan. Ia meyakini penyerahan tongkat estafet kepemimpinan yang tertata akan memastikan keberlanjutan kebijakan.

Namun, nada lebih kritis disampaikan Analis ASEAN di Aletheia Capital Singapura, Angus Mackintosh. Ia memprediksi pasar bakal merespons negatif keputusan mundur ini mengingat Perry dikenal sebagai figur stabil dengan rekam jejak (track record) yang solid.

Mackintosh menilai arah pergerakan pasar ke depan akan sangat bergantung pada sosok pengganti definitif yang bakal ditunjuk, sembari mencermati langkah awal Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai penjabat sementara.

Financial Times Sorot Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Kebijakan

Sementara itu, harian finansial kenamaan Inggris Financial Times turut mengulas peristiwa ini lewat artikel berjudul Indonesia central bank chief resigns. Media bisnis yang bermarkas di London ini menggarisbawahi bahwa pengunduran diri nahkoda bank sentral yang telah menjabat sejak 2018 ini menambah ketidakpastian dalam perumusan kebijakan ekonomi nasional.

Laporan Financial Times juga menyinggung latar belakang tekanan ekonomi yang terjadi belakangan ini. Mundurnya Perry berlangsung setelah periode sulit yang menghantam nilai tukar rupiah, di mana mata uang Garuda sempat menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di kawasan pasar berkembang (emerging markets) sepanjang tahun ini. Kondisi tersebut bahkan telah memaksa bank sentral mengerek suku bunga acuan sebanyak tiga kali sejak Mei lalu.

Mengutip penjelasan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Financial Times mencatat bahwa surat permohonan pengunduran diri karena alasan pribadi telah diajukan Perry, dan tugas operasional pimpinan BI kini beralih ke tangan Destry Damayanti.

Visited 2 times, 2 visit(s) today