Real Madrid Puji Langkah Tegas UEFA Gagalkan Penjualan Hak Komersial Piala Dunia

Real Madrid Puji Langkah Tegas UEFA Gagalkan Penjualan Hak Komersial Piala Dunia

Ibnu Medium.jpeg

Senin, 3 Agustus 2026 – 04:33 WIB

Real Madrid secara resmi menyampaikan apresiasi kepada UEFA dan konfederasi lainnya yang berhasil menggagalkan rencana kontroversial FIFA dalam menjual saham hak komersial Piala Dunia melalui proyek FFE. (Foto: EPA)

Real Madrid secara resmi menyampaikan apresiasi kepada UEFA dan konfederasi lainnya yang berhasil menggagalkan rencana kontroversial FIFA dalam menjual saham hak komersial Piala Dunia melalui proyek FFE. (Foto: EPA)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Raksasa sepak bola Spanyol, Real Madrid, memberikan pujian setinggi-tingginya kepada Asosiasi Sepak Bola Uni Eropa (UEFA) karena dinilai telah “melindungi sepak bola” pada momen krusial. 

Apresiasi ini datang usai FIFA memutuskan untuk membatalkan rencana kontroversial penjualan sebagian saham hak komersial turnamen, termasuk Piala Dunia, kepada investor swasta.

Proposal bertajuk FIFA Forward Enterprise (FFE) yang digagas oleh Presiden FIFA Gianni Infantino itu akhirnya ditarik menyusul penolakan keras dari tiga konfederasi besar, yakni UEFA, Concacaf (Amerika Utara, Tengah, dan Karibia), serta Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

“Real Madrid sangat menghargai keputusan FIFA untuk membatalkan proposal penjualan sebagian hak komersial kompetisinya,” tulis pernyataan resmi klub pemilik 15 gelar Liga Champions tersebut pada Minggu (2/8/2026).

“Klub kami menilai ini adalah kabar baik bagi sepak bola, bagi institusi-institusinya, dan di atas segalanya, bagi jutaan penggemar olahraga yang kita cintai ini. Real Madrid ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada UEFA, konfederasi, federasi, serta seluruh institusi yang dengan tegas dan bertanggung jawab menentang proyek ini. Persatuan dan rasa tanggung jawab mereka telah melindungi sepak bola di saat yang menentukan.”

Kontroversi FFE dan Krisis Internal FIFA

Sebelumnya, Gianni Infantino berusaha mendapatkan persetujuan dari asosiasi nasional untuk mendirikan FFE, sebuah perusahaan yang akan mengawasi seluruh aspek komersial dan operasional kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia putra dan putri. Elemen paling kontroversial dari rencana tersebut adalah usulan pelepasan 20 persen saham kepada investor swasta.

Penolakan keras datang dari berbagai pihak. UEFA bahkan sempat mengancam akan memboikot kompetisi-kompetisi FIFA hingga ide tersebut dibatalkan. Saat ini, UEFA dikabarkan tengah mempertimbangkan tindakan lebih lanjut, termasuk kemungkinan memicu mosi tidak percaya terhadap Infantino yang akan membutuhkan dukungan dari 43 negara anggota FIFA.

Krisis ini turut memicu pergolakan di internal FIFA. Carlos Cordeiro, penasihat senior Infantino untuk urusan strategi dan tata kelola global, memilih mengundurkan diri. Ia menyebut proposal tersebut sebagai “kesepakatan buruk yang akan menggadaikan masa depan sepak bola.” Selain itu, Chief Operating Officer (COO) FIFA, Kevin Lamour, menyatakan bahwa jajaran administrasi badan pengelola tersebut merasa “telah ditipu” terkait proyek FFE.

Piala Dunia Milik Publik, Bukan Aset Segelintir Pihak

Dalam pernyataan lanjutannya, Real Madrid juga menekankan peran krusial klub dalam ekosistem sepak bola internasional, sesuatu yang dikhawatirkan terancam oleh komersialisasi berlebih.

“Klub adalah fondasi di mana sepak bola tim nasional dan Piala Dunia dibangun. Kitalah yang menemukan, melatih, mengembangkan, dan menyerahkan para pemain yang membuat kompetisi-kompetisi besar ini dapat terwujud untuk melayani tim nasional,” tegas pihak klub.

Los Blancos menutup pernyataannya dengan memberikan penekanan bahwa kompetisi sekelas Piala Dunia adalah warisan bagi seluruh lapisan masyarakat dan tidak selayaknya diperlakukan seperti barang dagangan semata.

“Sepak bola tim nasional dan Piala Dunia adalah, di atas segalanya, acara untuk kepentingan publik. Mereka membentuk sebuah warisan yang menjadi milik bangsa-bangsa, penggemar, dan masyarakat secara keseluruhan. Oleh karena itu, kami percaya bahwa hal-hal tersebut tidak boleh diperlakukan sebagai aset finansial semata yang dipasarkan hanya untuk keuntungan segelintir orang.”

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 1 times, 1 visit(s) today