Influencer sekaligus pendiri Urban Sneaker Society (USS), Jeffrey Jouw atau yang akrab disapa Jejouw, ikut buka suara soal kontroversi konten kreator Emanuel Bryan alias Ebem.
Nama Ebem belakangan menjadi sorotan setelah videonya saat berinteraksi dengan seorang SPG di ajang GIIAS 2026 viral di media sosial. Dalam video tersebut, perempuan yang disebut sebagai SPG diduga tidak mengetahui bahwa percakapannya tengah direkam menggunakan kamera yang terpasang pada kacamata Ebem lalu dijadikan konten.
Jejouw Ceritakan Awal Kenal dengan Ebem
Di tengah polemik tersebut, Jejouw membagikan pengalaman pribadinya ketika pertama kali bertemu dengan Ebem. Ia mengaku awalnya dihubungi untuk bertemu setelah keduanya berkenalan di sebuah acara kripto.
Jejouw kemudian mengundang Ebem ke rumahnya. Ia bahkan sudah menyampaikan bahwa hanya bisa bertemu pada pagi hari. Setelah beberapa kali penjadwalan ulang, Ebem akhirnya datang bersama seorang temannya.
Menurut Jejouw, sosok yang datang bersama Ebem justru terasa lebih mudah diajak berbicara. Ia juga mengaku sempat ditawari untuk membuat konten bersama, tetapi langsung menolaknya.
Jejouw Soroti Gaya Komunikasi Ebem yang Aneh
Jejouw kemudian memperlihatkan isi percakapan dirinya dengan Ebem setelah pertemuan tersebut. Dalam pesan itu, Ebem menanyakan apakah ada sikap atau perkataannya yang membuat Jejouw merasa tidak nyaman.
Jejouw pun blak-blakan mengenai kesannya terhadap Ebem. Ia mengaku sudah menyampaikan secara langsung bahwa dirinya kurang nyaman dengan gaya bicara Ebem yang menurutnya terkesan aneh.
“Gua jujurly merasa dia awkward banget and rada ga bisa mendapatkan rejection dari orang sekitar. Gua sendiri ngomong di-depan muka dia kalo gua tidak begitu nyaman dengan cara bicara dia yang sangat cringe and aneh, and gua bilang, konten dia lumayan di jurang banget apalagi kalo sampe dia balut jualan kelas or community,” tulis Jejouw di akun Threads pribadinya.
Jejouw Sebut Ebem Sempat Hubungi Dirinya
Kontroversi konten GIIAS 2026 rupanya juga membuat Ebem sempat menghubungi Jejouw. Namun, menurut Jejouw, dari percakapan tersebut ia tidak melihat adanya kesan bahwa Ebem merasa bersalah atas persoalan yang tengah dihadapinya.
“Pas kena kasus ini dia sempet nanya ke gua dan sepertinya tidak ada kesan dia bersalah sama sekali dari pihak dia,” kata Jejouw.
Ebem sendiri kini telah memberikan klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf terkait perbuatannta. Meski demikian, pembahasan mengenai video itu masih ramai di media sosial.
Kasus tersebut bahkan mendapat perhatian Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman. Ia menilai tindakan merekam seseorang tanpa persetujuan dapat menimbulkan persoalan hukum.













