Preside Prabowo saat kunjungan kerja ke Merauke melihat proyek cetak 1 juta hektare sawah, Minggu (3/11/2024). (Foto: Biro Setpres RI)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Ada kabar baik terkait Proyek Strategis Nasional (PSN) Ketahanan Pangan berupa cetak sawah di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Prosesnya terus berjalan meski didera tantangan alam yang cukup berat di lapangan.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Provinsi Papua Selatan, Paino mengatakan, tingginya curah hujan yang terjadi pada saat ini, menjadi tantangan utama saat mengolah lahan yang sebagian besar berupa rawa.
Meski begitu, kata dia, upaya penataan lahan terus dilakukan agar bisa dikelola sebagai lahan pertanian yang optimal. “Lahan di Wanam sebagian besar berupa rawa, sehingga membutuhkan pengelolaan tata air yang baik. Namun kami terus melakukan penataan agar lahan bisa dimanfaatkan secara produktif,” kata Paino kepada Inilah.com, Senin (3/8/2026).
Ia menegaskan, pekerjaan pembukaan lahan tetap berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur pendukung seperti jaringan tata air dan akses jalan. Langkah ini, kata dia, dilakukan agar lahan yang sudah dibuka bisa segera memasuki tahap pengolahan dan penanaman.
“Pekerjaan pembukaan lahan berjalan bertahap sesuai tahapan konstruksi. Infrastruktur seperti tata air dan akses jalan juga terus dibangun agar lahan siap tanam,” ujarnya.
Selain faktor alam, keterbatasan akses transportasi dan kebutuhan operator alat berat, menjadi perhatian. Pemerintah daerah, terus melakukan koordinasi lintas sektoral demi memastikan seluruh kebutuhan di lapangan bisa terpenuhi.
Program cetak sawah di Wanam merupakan bagian dari upaya mendukung swasembada pangan nasional dan mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian.
Pemerintah Provinsi Papua Selatan berperan dalam memfasilitasi di daerah serta memastikan pelaksanaan berjalan sesuai perencanaan.
Paino menekankan, pemerintah tidak hanya fokus pada pembukaan lahan, tetapi juga memastikan keberlanjutan produksi. Berbagai strategi disiapkan, mulai dari pembangunan jaringan irigasi, penyediaan benih unggul, alat dan mesin pertanian, hingga pendampingan kepada petani.
“Fokus kami bukan hanya membuka lahan, tetapi memastikan lahan dapat ditanami secara berkelanjutan. Karena itu, kami siapkan dukungan dari hulu hingga hilir,” ujarnya.
Dalam jangka pendek, pemerintah menargetkan penyelesaian tahapan pembangunan lahan serta memulai musim tanam pertama. Sementara dalam jangka panjang, kawasan Wanam diharapkan berkembang menjadi salah satu sentra produksi pangan baru di Papua Selatan.
“Harapannya, program ini bisa meningkatkan produksi beras, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Paino.
Capaian Program Ketahanan Pangan Merauke
Berdasarkan laporan dari Kementerian Pertanian (Kementan) pada 11 Mei 2026, sejumlah target berhasil dirampungkan di Merauke, Papua Selatan. Misalnya, optimalisasi lahan seluas 40 ribu hektare (ha) yang ditargetkan pada 2024 sudah rampung dilakukan. Target tanam 120 ribu ha, realisasinya 83.846 ha (69,87 persen). Sedangkan optimalisasi lahan pada 2025 ditargetkan seluas 15 ribu ha, terealisasi 10.880 ha (72,5 persen)
Program Brigade Pangan (BP) yang digagas Kementan yang melibatkan petani muda untuk mengelola lahan pertanian modern demi swasembada pangan nasional, pada 2024 ditarget 200 BP, realisasinya 210 BP (105 persen). Sedangkan BP pada 2025 ditargetkan 75 BP, terealisasi 41 BP (64 persen).
Untuk program cetak sawah ditargetkan seluas 20.621 ha kemudian naik menjadi 30.694 ha. Terealisasi LC seluas 17.621 ha dan olah seluas 6.401 ha (57,4 persen).
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik pada 2 Februari 2026, mencatat adanya kenaikan signifikan atas luas panen, produksi padi dan beras. Berikut datanya:
1. Untuk luas panen periode Januari-Desember 2025 meningkat 32.265 ha (68,40 persen). Dari 47.169 hektare (ha) pada 2024, menjadi 79.434 ha.
2. Produksi padi GKP periode Januari–Desember Tahun 2025 meningkat 171.894 ton (66,46 persen). Dari 258.626 ton pada 2024 menjadi 430.521 ton pada 2025.
3. Produksi beras periode Januari–Desember Tahun 2025 meningkat 82.652 ton (66,46 persen). Dari 124.355 pada 2024 menjadi 207.007 ton pada 2025.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













