Prabowo Blak-blakan Soal Riset RI, Sebut Dana Bisa Bertambah Jika Korupsi Ditekan

Prabowo Blak-blakan Soal Riset RI, Sebut Dana Bisa Bertambah Jika Korupsi Ditekan

Vonita Medium.jpeg

Jumat, 7 Agustus 2026 – 02:25 WIB

Presiden Prabowo Subianto (kanan) mendengarkan presentasi dari peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saat menyaksikan hasil riset dan inovasi di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026). (Foto: Inilah.com/Vonita)

Presiden Prabowo Subianto (kanan) mendengarkan presentasi dari peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saat menyaksikan hasil riset dan inovasi di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026). (Foto: Inilah.com/Vonita)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Presiden Prabowo Subianto mengakui investasi Indonesia di bidang penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) masih jauh dari ideal. Karena itu, pemerintah akan mencari sumber pendanaan baru, salah satunya melalui penghematan anggaran dan pemberantasan praktik korupsi.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam Taklimat Presiden Republik Indonesia dan Expose Hasil Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2026).

“Kita koreksi diri kita sebagai bangsa, investasi kita di bidang research and development sangat sedikit, jauh dari yang seharusnya,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, penguatan riset menjadi syarat penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia. Oleh sebab itu, pemerintah harus memastikan tersedia anggaran yang memadai bagi kegiatan penelitian dan inovasi.

Ia mengatakan tambahan anggaran tersebut dapat diperoleh melalui efisiensi belanja negara, termasuk menutup kebocoran akibat praktik korupsi dan berbagai bentuk kecurangan.

“Untuk itu tentunya kita perlu dana, dana itu kita cari. Dana itu dari mana? Dari penghematan hal-hal yang korup, praktik-praktik koruptif, praktik-praktik penipuan, fraud, underinvoicing,” ujarnya.

Prabowo Dialog dengan 150 Peneliti BRIN

Sebelum memberikan arahan, Prabowo mengumpulkan sekitar 150 peneliti BRIN di Istana Kepresidenan. Para peneliti mempresentasikan berbagai hasil riset dan inovasi yang dinilai berpotensi mendukung penyelesaian berbagai persoalan nasional.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi para peneliti untuk berdialog langsung dengan Presiden mengenai hasil penelitian yang telah dikembangkan.

“Ada 150 peneliti,” kata Arif kepada wartawan sebelum acara dimulai.

Ia mengaku BRIN merasa mendapat kehormatan karena para peneliti diberikan kesempatan memaparkan hasil riset secara langsung kepada Presiden.

“Ya kami merasa terhormat dari BRIN karena para peneliti diundang ke Istana untuk berdialog dengan Bapak Presiden,” ujarnya.

Menurut Arif, pertemuan semacam itu bukan pertama kali dilakukan. Sebelumnya, BRIN juga telah beberapa kali mempresentasikan hasil penelitian yang dinilai dapat mendukung penyelesaian berbagai persoalan strategis nasional.

Beberapa riset yang dipaparkan mencakup penanganan sampah, pembangunan Giant Sea Wall, pengelolaan sumber daya air, ketahanan pangan, energi, hingga berbagai inovasi teknologi lainnya.

Arif berharap dialog langsung antara Presiden dan para peneliti dapat memperkuat dukungan pemerintah terhadap pengembangan riset nasional, termasuk mempercepat pemanfaatan hasil penelitian bagi pembangunan dan industri.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 2 times, 2 visit(s) today