Kriminolog Beberkan 2 Alasan Pelaku Nekat Mutilasi Korban

Kriminolog Beberkan 2 Alasan Pelaku Nekat Mutilasi Korban

Icon_INILAH GOLD.png

Jumat, 7 Agustus 2026 – 02:10 WIB

Ilustrasi tersangka dengan tangan diborgol. (Foto: pixabay)

Ilustrasi tersangka dengan tangan diborgol. (Foto: pixabay)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kasus pembunuhan disertai mutilasi di Depok, Jawa Barat terhadap Kunaefi (51) yang diduga dilakukan seorang pria berinisial S (26) terus menyita perhatian publik.  

Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Darmanto menilai pembunuhan dengan cara memutilasi korbannya merupakan bentuk kekerasan yang tergolong ekstrem.

Namun, dikatakan Darmanto, tindakan tersebut tidak serta-merta dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa pelaku merupakan seorang psikopat atau mengalami gangguan kejiwaan.

“Tidak berarti kita langsung menyebut pelakunya psikopat atau mengalami gangguan jiwa. Karena itu harus dibuktikan melalui pemeriksaan dan penyidikan,” ujar Darmanto kepada Inilah.com, Kamis (6/8/2026).

Ia menjelaskan, dalam kajian kriminologi terdapat dua pendekatan untuk memahami alasan pelaku melakukan mutilasi, yakni expressive violence dan instrumental violence.

“Kalau expressive, mutilasi bisa berkaitan dengan kemarahan, kebencian, dendam, atau emosi yang sangat kuat terhadap korban,” ujarnya.

Sementara itu, pada instrumental violence, mutilasi dilakukan bukan karena dorongan emosi semata, melainkan sebagai sarana untuk mencapai tujuan tertentu.

Misalnya, agar jasad lebih mudah dipindahkan, dibuang, menghilangkan barang bukti, ataupun menyulitkan proses identifikasi korban oleh aparat penegak hukum.

“Tapi kalau instrumental, mutilasi dilakukan untuk tujuan praktis, misalnya memudahkan membawa atau membuang jasad, menyulitkan identifikasi korban, atau menghilangkan jejak,” ucap Darmanto.

Sebelumnya, warga yang tinggal di kawasan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat digegerkan dengan temuan jasad pria dengan tubuh terpotong-potong di dalam karung, Selasa (4/8/2026). Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan kedua kaki hilang hingga pangkal paha.

Jasad kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk proses autopsi dan identifikasi.

Fakta lain yang terungkap, karung berisi jasad tersebut ternyata telah berada di lokasi sejak 24 Juli 2026. Namun, warga yang melihatnya mengira karung itu hanya berisi sampah sehingga tidak menaruh curiga.

Pada Selasa (4/8/2026), seorang saksi berinisiatif membakar karung tersebut karena menganggapnya sebagai tumpukan sampah. Saat api mulai membakar bagian karung, saksi justru menemukan isi yang mengerikan, yakni jasad seorang pria.

Hingga kini identitas korban masih belum diketahui. Polisi masih bekerja untuk mengungkap identitas korban sekaligus menelusuri motif di balik dugaan pembunuhan dan mutilasi tersebut.

Jasad Penuh Luka

Sementara itu, Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra mengungkapkan hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya luka sayatan pada bagian leher korban yang mengarah pada dugaan pembunuhan.

“Terdapat luka sayatan di leher,” ujar Hendra.

Korban ditemukan tanpa mengenakan pakaian. Kedua tangannya terikat, sementara kepalanya dibungkus plastik hitam sebelum dimasukkan ke dalam karung.

“Saat ditemukan kondisi jasad tangan terikat, dibungkus karung dan plastik hitam,” katanya.

Selain itu, polisi memastikan kedua kaki korban telah hilang hingga pangkal paha.

“Kepala, kedua tangan dan badan masih ada. Kedua kaki tidak ada sampai dengan pangkal paha,” ucap Hendra.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 3 times, 3 visit(s) today