Como Imbangi Arsenal 1-1, Fabregas: Saya Orang Paling Tidak Penting di Sini

Como Imbangi Arsenal 1-1, Fabregas: Saya Orang Paling Tidak Penting di Sini

Como 1907, klub Serie A milik pengusaha Indonesia Hartono bersaudara, menahan imbang Arsenal 1-1 dalam laga persahabatan pramusim di Emirates Stadium, Rabu (12/8/2026) malam waktu setempat atau Kamis dini hari WIB. Arsenal baru menang setelah adu penalti berakhir 4-3.

Ini menjadi pertemuan pertama sepanjang sejarah kedua klub. Laganya juga punya nilai emosional karena pelatih Como, Cesc Fabregas, kembali ke bekas klubnya sebagai lawan.

Bagi Como, hasil ini menjadi bekal berharga menjelang debut mereka di Liga Champions musim ini.

Jalannya Pertandingan

Arsenal membuka keunggulan pada menit ke-33 melalui Myles Lewis-Skelly. Gol itu lahir dari kesalahan penjaga gawang Como, Jean Butez, yang umpannya dipotong sang pemain muda sebelum diselesaikan dengan tenang.

Como tidak butuh waktu lama untuk membalas. Martin Baturina menyamakan kedudukan pada menit ke-43, membawa skor 1-1 hingga turun minum.

Babak kedua berjalan tanpa gol tambahan. Arsenal menguasai bola lebih banyak, tetapi kekurangan ketajaman, sementara Como bertahan dengan disiplin.

Laga dilanjutkan ke adu penalti sesuai format persahabatan tersebut. Arsenal menang 4-3, dengan rekrutan baru Christos Tzolis melepaskan tendangan penentu.

Dua nama menjalani momen khusus di laga ini. Bruno Guimaraes menjalani debutnya bersama Arsenal setelah masuk pada babak kedua, menyusul kepindahannya dari Newcastle United senilai 75 juta pound.

Di kubu Como, bek Timnas Inggris Trevoh Chalobah masuk sebagai pemain pengganti. Ini menjadi salah satu penampilan awalnya setelah bergabung dari Chelsea, mengakhiri 18 tahun kebersamaannya dengan klub London tersebut. Winger Brasil Yan Couto juga menjalani debut bersama tim utama Como sejak menit pertama.

Fabregas: Saya Orang Paling Tidak Penting di Sini

Kembali ke Emirates jelas punya arti tersendiri bagi Fabregas, yang pernah menjadi kapten Arsenal. Namun ia menolak menjadikan dirinya pusat perhatian.

“Rasanya luar biasa,” kata Fabregas kepada Sportitalia. “Saya rasa ini kesempatan besar bagi kami. Saya orang yang paling tidak penting di sini.”

Ia mengakui ada kehangatan personal dalam laga tersebut, tetapi fokusnya di tempat lain. “Menyenangkan bisa kembali ke tempat di mana saya sangat, sangat bahagia. Tapi saya lebih tertarik melihat bagaimana anak-anak bermain di hadapan 65 ribu penonton dan bagaimana kami menghadapi atmosfernya.”

“Saya ingin melihat kami tetap bermain seperti diri kami sendiri, dengan karakter, dan menunjukkan apa yang bisa kami lakukan,” lanjutnya.

Alasan Como Menantang Klub-klub Besar

Ada pertimbangan matang di balik pemilihan lawan pramusim Como.

Klub tersebut sengaja menjadwalkan laga melawan Arsenal dan Liverpool karena belum pernah tampil di kompetisi Eropa sebelumnya — dan kini langsung masuk ke Liga Champions.

“Ini tujuannya. Kami skuad yang sangat muda, banyak yang berusia 19 atau 20 tahun di tim ini, jadi hal terpenting pada usia seperti itu adalah merasakan pertandingan semacam ini,” ujar Fabregas.

Ia menekankan bahwa pengalaman tidak bisa digantikan latihan. “Kami tahu kami punya kualitas dan teknik, tetapi semakin banyak pertandingan yang bisa kami rasakan di level ini, itu akan meningkatkan mereka.”

“Ini bukan hanya soal kualitas, tetapi juga atmosfer dan gairah. Kadang orang lupa bahwa hal itu juga sangat berarti, sama seperti sepak bolanya.”

Como akan menutup kamp pramusim mereka di Inggris dengan menghadapi Liverpool di Anfield pada Minggu, 16 Agustus 2026.

Dari Serie D ke Liga Champions

Perjalanan Como memang layak disebut luar biasa.

Klub berjuluk I Lariani itu diakuisisi SENT Entertainment Ltd, perusahaan media berbasis London, pada 4 April 2019. SENT dikendalikan Hartono bersaudara — Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono — pemilik Grup Djarum sekaligus orang terkaya di Indonesia.

Saat diambil alih, Como berada di Serie D, kasta keempat sepak bola Italia. Nilai akuisisinya pun relatif kecil untuk ukuran klub Eropa.

Tujuh tahun berselang, klub itu tampil di Emirates Stadium sebagai peserta Liga Champions.

Dua tahun lalu Como masih bermain di Serie B. Musim lalu, di bawah Fabregas, mereka mencapai semifinal Coppa Italia dan merebut posisi keempat Serie A dari kejaran AC Milan serta Juventus.

Adapun jabatan Presiden Como 1907 dipegang Mirwan Suwarso, yang memimpin pengembangan strategi dan bisnis klub sejak periode akuisisi.

Visited 2 times, 1 visit(s) today