Selamat Tinggal Energi Fosil! Prabowo Kebut Pembangunan PLTS 30 GW, Hentikan 13 PLTD

Selamat Tinggal Energi Fosil! Prabowo Kebut Pembangunan PLTS 30 GW, Hentikan 13 PLTD

Diana Medium.jpeg

Jumat, 14 Agustus 2026 – 21:25 WIB

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mempertegas komitmen Indonesia menuju era energi hijau (green energy). Sebagai gebrakan awal tahun ini, pemerintah siap mengebut pembangunan PLTS raksasa berkapasitas 30 GW dan memensiunkan 13 PLTD secara serentak demi menekan emisi karbon nasional. (Foto: Tangkapan Layar/TVP).

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mempertegas komitmen Indonesia menuju era energi hijau (green energy). Sebagai gebrakan awal tahun ini, pemerintah siap mengebut pembangunan PLTS raksasa berkapasitas 30 GW dan memensiunkan 13 PLTD secara serentak demi menekan emisi karbon nasional. (Foto: Tangkapan Layar/TVP).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Presiden Prabowo Subianto menyiapkan langkah besar untuk mengejar kemandirian energi Indonesia. Pemerintah akan mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas hingga 100 gigawatt (GW) atau 100.000 megawatt (MW).

Rencana tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Penyampaian Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026).

Sebagai langkah awal, pemerintah akan membangun PLTS berkapasitas 30 GW pada tahun ini. Pembangunan tersebut dibarengi dengan percepatan penghentian pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

“Pemerintah akan mempercepat penutupan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan menggantinya dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Tahun ini kita akan bangun 30 GW PLTS dan segera menghentikan 13 GW PLTD,” ucap Prabowo.

Menurut Prabowo, potensi energi yang dimiliki Indonesia harus dimanfaatkan secara maksimal. Dia menilai penggunaan PLTD di daerah terpencil tidak lagi efisien karena pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bergantung pada pengiriman menggunakan kapal.

Kondisi tersebut membuat masyarakat di pulau-pulau terpencil harus menunggu pasokan solar untuk mendapatkan aliran listrik. PLTS dinilai dapat memangkas ketergantungan tersebut sekaligus memperkuat kemandirian energi di tingkat desa.

“Ongkos ekonominya terlalu tidak efisien. Dengan PLTS kita juga bisa membangun kemandirian energi kita. Saudara-saudara, idealnya setiap desa bisa memiliki PLTS satu MW. Ini ideal. Kalau desa itu mau siapkan lahan, kita bisa yakinkan bahwa mereka bisa dapat PLTS satu MW satu desa,” tuturnya.

Potensi Penghematan Rp73,9 Triliun

Prabowo mengatakan pengembangan PLTS hingga 100 GW akan memberikan penghematan besar bagi Indonesia. Perhitungan itu, kata dia, telah dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Dengan kapasitas tersebut, pemerintah diperkirakan dapat menghemat sedikitnya Rp73,9 triliun setiap tahun. Penghematan berasal dari penurunan biaya pokok produksi listrik.

Manfaat lainnya adalah berkurangnya ketergantungan Indonesia terhadap BBM impor. Penurunan impor akan membuat devisa yang selama ini digunakan untuk mendatangkan bahan bakar dari luar negeri bisa dihemat.

“Belum lagi kalau kita tidak impor BBM dari luar negeri lagi, dengan 100 gigawatt kebutuhan impor kita akan jauh berkurang dan kita bisa menghemat sangat banyak devisa,” tandasnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 3 times, 3 visit(s) today