Kemunculan buaya di Sungai Kali Jagir, Wonokromo, Surabaya, kembali menjadi perhatian. Satwa liar yang diperkirakan berjenis buaya muara dengan panjang hingga 4 meter itu beberapa kali terlihat muncul ke permukaan.
Kondisi tersebut membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya meningkatkan pengawasan di sekitar sungai. Warga yang beraktivitas di bantaran Kali Jagir juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan menghindari lokasi yang berpotensi membahayakan.
Ketua Tim Kerja Operasional Kedaruratan BPBD Kota Surabaya Arif Sunandar mengatakan, patroli dan imbauan kepada warga rutin dilakukan, terutama pada sore hari.
“Kita lakukan patroli sekaligus imbauan itu sore hari, karena biasanya banyak orang beraktivitas di sekitar Sungai Jagir saat sore hari,” ujar Arif, Jumat (14/8/2026).
Selain patroli, BPBD Surabaya telah memasang papan peringatan waspada buaya di sekitar Kali Jagir. Papan tersebut dipasang untuk mengingatkan warga, khususnya mereka yang belum mengetahui keberadaan satwa liar tersebut.
BPBD juga berkoordinasi dengan Jasa Tirta dan pihak kelurahan untuk meningkatkan pengawasan di kawasan sungai.
“Di situ kan ada satpamnya Jasa Tirta, termasuk teman-teman dari kelurahan juga sering ngontrol di situ,” kata Arif.
Diduga Buaya yang Sama
Arif mengatakan, berdasarkan informasi dan pengecekan petugas, buaya yang kembali terekam warga kemungkinan merupakan satwa yang sebelumnya terlihat di Kali Jagir.
“Kalau menurut informasi teman-teman yang dicek, buaya yang kemarin itu yang muncul, yang mulai awal itu,” ujarnya.
Dari hasil pemantauan, buaya yang terlihat memiliki panjang sekitar 1,5 hingga 4 meter dan diperkirakan merupakan jenis buaya muara.
Kemunculan satwa tersebut juga tidak selalu terjadi pada waktu yang sama. Arif menjelaskan, buaya umumnya berjemur pada pagi hari, tetapi buaya di Kali Jagir beberapa kali terlihat pada siang hingga sore hari.
“Kalau sebetulnya teorinya itu kan buaya caring atau berjemur, artinya biasanya pagi sekitar jam 09.00, tetapi yang di Jagir ini saya pernah jam sekian pada siang hingga sore itu muncul juga,” ungkapnya.
Meski beberapa kali muncul ke permukaan, buaya tersebut sejauh ini belum diketahui naik ke bantaran sungai. Kondisi tanggul Kali Jagir yang curam dinilai menyulitkan satwa tersebut untuk mencapai daratan.
“Untuk naik ke tanggul sulit karena tempatnya curam,” tutur Arif.
Belum Ditangkap
BPBD Surabaya belum melakukan upaya penangkapan terhadap buaya tersebut. Selain karena belum diketahui naik ke daratan, Kali Jagir merupakan habitat asli buaya muara.
Penanganan satwa liar tersebut juga menjadi kewenangan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) serta Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL).
Arif meminta warga tetap waspada dan segera melaporkan apabila melihat kemunculan buaya secara langsung melalui layanan darurat Command Center 112.
“Intinya warga harus waspada, namanya hewan buas jadi kita harus waspada, dan waspadanya ini memang harus terus ditingkatkan,” pungkasnya.
Sebelumnya, warga menduga terdapat dua ekor buaya di Sungai Jagir. Satwa tersebut disebut mulai sering terlihat sejak Mei hingga Juni 2026 dan hingga kini masih menjadi perhatian warga serta petugas.










