Djed Spence resmi bergabung dengan Inter Milan dari Tottenham Hotspur senilai 35 juta euro atau 30 juta pound. Bagi bek berusia 26 tahun itu, kepindahan ini menjadi babak baru dari perjalanan yang sudah lebih dulu mencatatkan namanya dalam sejarah sepak bola Inggris.
Spence merupakan pemain Muslim pertama yang membela Timnas Inggris senior.
Sejarah yang Dibuat di Belgrade
Momen itu terjadi pada 9 September 2025 di Belgrade. Spence masuk menggantikan Reece James pada menit ke-69 dalam kemenangan 5-0 Inggris atas Serbia di kualifikasi Piala Dunia.
Ia sendiri tidak menyadari sedang membuat sejarah.
“Saya terkejut karena saya tidak tahu bahwa saya yang pertama, jadi ini sebuah berkah,” kata Spence kepada BBC seusai laga tersebut.
“Menyenangkan bisa membuat sejarah, dan semoga bisa menginspirasi anak-anak di seluruh dunia bahwa mereka juga bisa mencapainya. Mereka bisa melakukan apa yang saya lakukan.”
Kurang dari setahun kemudian, ia kembali mencatatkan yang pertama — kali ini sebagai pemain Muslim pertama yang membela Inggris di panggung Piala Dunia.
Sujud Syukur yang Menjadi Sorotan Dunia
Momen paling diingat dari perjalanannya di Piala Dunia 2026 terjadi di Miami.
Seusai Inggris mengalahkan Norwegia 2-1 di perempat final pada 11 Juli, Spence berlutut di lapangan dan mengangkat kedua tangannya untuk bersyukur kepada Tuhan. Foto momen itu tersebar luas dan disebut berbagai media sebagai gambar bersejarah.
Bagi jutaan orang yang menyaksikan, itu menjadi kali pertama seorang pemain Timnas Inggris memanjatkan doa secara Islam di lapangan, pada panggung terbesar sepak bola.
Bagi Spence, maknanya melampaui dirinya sendiri.
“Menjadi pemain Muslim pertama yang mewakili Three Lions, itu berarti segalanya. Sesuatu yang selalu saya inginkan sejak kecil,” ujarnya. “Tapi yang membuat saya bahagia adalah banyak anak-anak bisa melihatnya dan terinspirasi.”
Ia beberapa kali menyampaikan bagaimana keyakinan menopang kariernya. “Pertama-tama, Tuhan Maha Besar. Saya banyak berdoa. Saya bersyukur kepada Tuhan,” kata Spence. “Pada momen-momen tersulit dalam hidup saya, momen-momen tergelap, saya selalu percaya bahwa Tuhan selalu ada di sisi saya.”
Spence lahir di London dari ayah asal Jamaika dan ibu asal Kenya. Ia tumbuh dalam keluarga Kristen sebelum memeluk Islam beberapa tahun lalu.
Rekor di Piala Dunia 2026
Di luar dimensi personal, penampilannya di Piala Dunia juga berbicara.
Spence mencatatkan 19 tekel sepanjang turnamen — jumlah terbanyak yang dibukukan seorang bek Inggris dalam satu edisi Piala Dunia sejak Ashley Cole pada 2002, yang mencatat 25 tekel.
Ia tampil dalam enam pertandingan dan menjadi salah satu andalan Thomas Tuchel. Inggris menutup turnamen dengan medali perunggu setelah kalah dari Argentina di semifinal.
Pemilihannya masuk skuad sempat menuai kritik. Kecepatan, penetrasi, dan kontribusi bertahannya kemudian menjawab keraguan tersebut.
Jalan Panjang Sebelum Sampai ke Sana
Perjalanan Spence menuju titik ini tidak mulus.
Ia bergabung dengan Tottenham dari Middlesbrough pada 2022, namun tiga kali dipinjamkan — ke Rennes, Leeds United, dan Genoa. Baru pada musim lalu ia benar-benar mapan di tim utama.
Pengalaman di luar Inggris itu justru ia anggap membentuk dirinya.
“Pengalaman-pengalaman itu sangat membentuk saya,” kata Spence. “Anda belajar banyak ketika bermain di luar negeri. Saya bisa mengatakan bahwa saya menjadi seorang pria ketika berada di luar negeri, dan saya bersyukur atas pengalaman itu.”
Alasan Memilih Inter
Kini ia kembali ke Italia, dua tahun setelah masa peminjamannya di Genoa.
“Saya jelas tertarik oleh sejarahnya,” kata Spence kepada situs resmi Inter. “Anda hanya perlu melihat ke belakang kami, ke semua trofi itu. Ini benar-benar klub besar.”
“Ini langkah besar bagi saya dan keluarga saya. Saya sangat senang berada di sini dan saya siap untuk memulai.”
Di Milan, ia akan bertemu dua wajah yang sudah dikenalnya: John Stones, rekan setimnya di Timnas Inggris, dan kiper cadangan Josep Martinez yang pernah bersamanya di Genoa. Keduanya disebut sudah mengirim pesan kepadanya beberapa hari terakhir.
Spence menjadi rekrutan kelima Inter musim panas ini, menyusul Stones, Manuel Akanji, Aleksandar Stankovic, dan Ivan Provedel. Kedatangannya juga mengisi posisi yang ditinggalkan Denzel Dumfries, yang dijual ke Real Madrid.
Inter asuhan Cristian Chivu membuka musim 2026/2027 dengan menghadapi Monza pekan depan, dengan target mempertahankan gelar Serie A.










