Patok target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 dinilai menjadi batu loncatan krusial bagi perekonomian nasional. Angka ini mengirim pesan kuat kepada pelaku pasar bahwa Indonesia siap naik kelas, meninggalkan zona nyaman 5 persen demi mengejar target puncak 8 persen.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan, target tersebut mencerminkan sikap optimistis Presiden dalam memandu arah pembangunan ke depan.
“Pertumbuhan ekonomi 6 persen ini memberikan pesan yang kuat kepada pasar bahwa Bapak Presiden memberikan sinyal optimistis. Jadi, pada 2027 kita ditargetkan keluar dari zona 5 persen. Angka 6 persen ini adalah zona baru perekonomian kita untuk menuju 8 persen, sesuai visi Presiden,” kata Misbakhun di Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Sinergi Kebijakan Jadi Kunci Utama
Meski optimistis, Misbakhun mengingatkan bahwa lompatan target ini tidak bisa dicapai lewat kerja biasa. Perlu konsolidasi besar-besaran dan sinergi rapat antara pengambil kebijakan fiskal dan moneter.
Bauran kebijakan (policy mix) yang pas menjadi syarat mutlak demi menjaga likuiditas di pasar, memberi napas segar bagi sektor riil, serta memicu ekspansi kredit perbankan ke sektor-sektor produktif.
“Konsolidasi besar ini tidak bisa berjalan sendiri hanya dari dorongan fiskal maupun moneter semata. Harus berasal dari bauran kebijakan, sehingga hasil akhirnya adalah pertumbuhan ekonomi yang melaju sesuai target 6 persen,” tegasnya.
Proyek Strategis Harus Langsung Terasa di Dapur Warga
Guna mengejar laju pertumbuhan tersebut, Komisi XI DPR mendorong pemerintah mempercepat realisasi berbagai proyek strategis nasional yang sudah di-groundbreaking oleh Presiden. Penyerapan investasi di lapangan harus segera membuahkan hasil riil, terutama dalam hal pembukaan lapangan kerja baru.
Menurut Misbakhun, indikator keberhasilan pertumbuhan ekonomi pada akhirnya harus kembali ke urusan perut masyarakat. Ketika lapangan kerja terbuka, roda pendapatan warga bergerak, dan daya beli pun terangkat.
“Ketika lapangan pekerjaan tercipta, masyarakat punya penghasilan untuk berkonsumsi. Di sisi lain, investasi yang masuk memacu produktivitas. Dari situlah ekonomi bergerak lebih cepat,” tutur legislator senior ini.
Kawal RAPBN 2027 Tetap Inklusif
Selain mendorong proyek fisik, penguatan fondasi ekonomi juga disokong lewat percepatan program strategis nasional lainnya. Mulai dari pembangunan tiga juta rumah, konsistensi hilirisasi industri, hingga optimalisasi sektor energi dan mineral untuk memperkokoh kemandirian bangsa.
Komisi XI DPR RI memastikan bakal mengawal ketat seluruh rangkaian pembahasan RAPBN 2027. Misbakhun menekankan, postur anggaran yang disusun tak boleh cuma jago menjaga stabilitas makro, melainkan wajib mampu menghadirkan pertumbuhan yang inklusif dan merata.
“Kita harus terus membangun kekuatan ekonomi nasional. Pertumbuhan yang lebih tinggi harus diterjemahkan menjadi lapangan kerja, peningkatan pendapatan, dan kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.











