Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengedepankan jalur diplomasi demi meredam gejolak di Timur Tengah. Erdogan meminta Washington membuka kembali meja negosiasi dengan Iran guna menurunkan tensi hubungan kedua negara.
Sikap tegas tersebut disampaikan Erdogan secara langsung saat berkomunikasi melalui sambungan telepon bersama Trump untuk membahas dinamika hubungan bilateral serta isu keamanan regional dan global, Selasa (18/8/2026).
“Erdogan mencatat pentingnya memaksimalkan diplomasi dalam mengatasi ketegangan antara Iran dan AS. Beliau menyampaikan harapan agar negosiasi berlanjut dan menegaskan bahwa Turki akan terus mendukung berbagai upaya untuk mencapai perdamaian,” tulis pernyataan resmi Direktorat Komunikasi Kepresidenan Turki.
Sikap Tegas Segitiga Turki, Pakistan, dan Arab Saudi
Dalam perbincangan tersebut, Erdogan juga menggarisbawahi posisi geopolitik Ankara dalam menjaga stabilitas kawasan. Ia menegaskan bahwa Turki, Pakistan, dan Arab Saudi memiliki pandangan serta langkah yang seirama untuk memastikan keamanan regional tetap terjaga.
Langkah bersama ketiga negara muslim tersebut dijalankan secara solid di bawah kerangka kerja sama perjanjian pertahanan bersama yang telah ditandatangani sebelumnya.
Soroti Eskalasi Serangan Israel di Gaza
Di luar urusan Iran, Erdogan menyentuh situasi krisis yang kian mengkhawatirkan di Jalur Gaza. Ia menyayangkan tindakan militer otoritas Israel yang justru makin membabi buta terhadap warga Palestina, di saat para pihak tengah berupaya beralih ke fase kedua proses perdamaian.
Ankara memastikan tidak akan tinggal diam melihat kondisi tersebut. Erdogan menegaskan komitmen Turki untuk terus berdiri di garda depan mengawal terwujudnya perdamaian permanen, sekaligus mendorong percepatan langkah-langkah rekonstruksi dan pembangunan kembali Jalur Gaza yang porak-poranda.







