Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Antara/Imamatul Silfia)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, insentif subsidi motor listrik (molis) bakal diberlakukan pada September 2026. Rencananya, pemerintah memberikan subsidi pembelian motor listrik sebesar Rp5 juta per unit.
“Harusnya sih September sudah jalan itu. Subsidi motor listriknya (berlaku),” ujar Purbaya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Saat ini, kata dia, pelaksanaan kebijakan tersebut tinggal menunggu diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Selanjutnya, Purbaya akan menemui Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita untuk berkoordinasi. “Dia (Agus Gumiwang Kartasasmita) belum bicara sama saya. Saya datengin dia, besok,” kata dia.
Sebelumnya, Menperin Agus mengatakan, masih mengkaji kelanjutan subsidi motor listrik termasuk besaran insentifnya. Dia menyebut belum ada keputusan terkait besaran subsidi.
“Belum. Belum diumumkan, saya kira masih dalam tahap pembahasan di tim teknis mengenai berapa jumlah subsidinya, metodenya seperti apa, bisnis prosesnya seperti apa nanti kita bahas antara tim teknis, antara kedua kementerian,” ujar Agus kepada wartawan, di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Sementara, Purbaya pernah menyebut besaran subsidi untuk motor listrik sebesar Rp5 juta. Hanya saja, kebijakan tersebut masih menunggu aturan resmi.
“Kalau angka 5 juta bersubsidi, saya masih harus kita tunggu PMK-nya Karena sekali lagi memang masih dibahas antara tim teknis seperti apa,” kata Menperin Agus.
Menperin Agus mengakui, besaran subsidi motor listrik sebesar Rp5 juta per unit, merupakan angka yang bagus. Apalagi, kejadian di Selat Hormuz memberikan peringatan bagi Indonesia untuk segera beralih ke transisi energi.
“Jadi kita pemerintah memberikan satu pesan, bahwa lesson learned yang kita dapat dari kejadian-kejadian geopolitik termasuk di Hormuz, pertama kita harus perkuat ketahanan energi kita dengan demikian, pengurangan-pengurangan dari kebutuhan BBM yang harus kita impor menjadi penting. Jadi angka Rp5 juta itu, saya kira angka yang cukup baik,” jelasnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.










