Nasib PT Waskita Karya (Persero/WSKT) Tbk semakin di ujung tanduk. Keuangan sudah babak belur sejak 2023, lantaran gagal bayar obligasi (utang) serta bunganya. Kala itu, Erick Thohir menjabat sebagai Menteri BUMN.
Celakanya, keuangan dari WSKT tak kunjung pulih malah menuju kondisi kritis. Semuanya gara-gara utang jumbo di era Jokowi yang menjadi warisan masalah bagi pemerintahan saat ini.
Diterpa sengkarut utang yang tak mampu dibayar, saham WSKT terancam diusir dari lantai bursa. Karena bertahun-tahun sahamnya kena ‘gembok’ alias suspensi.
Kepala BP (Badan Pengaturan) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria menerangkan, Danantara fokus melakukan penyehatan keuangan WSKT.
“Prinsipnya, kita lakukan penyehatan secara fundamental dan riil. Intinya, saya ingin benar-benar kuat. Secara fundamental harus sehat,” ujar Dony di Jakarta, dikutip Rabu (19/8/2026).
Jika nantinya benar-benar terjadi perubahan status saham WSKT di lantai bursa, benar-benar delisting, prosesnya sedang dikaji.
“Apakah nanti delisting atau apa, itu bagian dari proses transformasi yang memang harus kita hadapi. Paling penting, perusahaan tidak lagi hanya sekadar cover-nya yang baik. Kita ingin fundamentalnya benar-benar baik,” terang Dony.
Dony mempersoalkan jika pada akhirnya WSKT tidak lagi tercatat di BEI. Terpenting adalah memastikan fundamental perusahaan benar-benar sehat, sehingga tidak merugikan investor.
“Buat saya yang paling penting itu dari fundamentalnya riil. Kalau kita lakukan secara fundamental tidak baik tetap di bursa, juga akan kasihan juga pada investornya,” ungkapnya.
Tragedi 8 Mei 2023
Mengingatkan saja, Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi alias penghentian perdagangan saham WSKT pada 8 Mei 2023.
Suspensi disematkan karena gagal bayar bunga ke-11 Obligasi Berkelanjutan IV Waskita Karya Tahap I Tahun 2020 (WSKT04CN1).
Nah, suspensi akan dicabut jika emiten konstruksi itu, berhasil menuntaskan semua kewajibannya.
Berapa besarnya? Ternyata angkanya cukup jumbo. Total kewajiban bunga dan pokok obligasi mencapai Rp1,36 triliun.
Seiring berjalannya waktu, keuangan WSKT malah semakin babak belur. Alhasil, BEI memperpanjang suspensi WSKT pada 7 Agustus 2023.
Karena WSKT kembali gagal bayar pokok dan bunga ke-12 Obligasi Berkelanjutan IV Waskita Karya Tahap I Tahun 2020.
Bukannya membaik, keuangan Waskita Karya malah semakin babak belur bahkan sudah masuk fase kritis. Lantaran jeratan utang super jumbo.
Masa Suspensi Berlarut: Penghentian perdagangan saham WSKT terus diperpanjang hingga saat ini, membuat masa suspensinya telah berlangsung lebih dari 3 tahun berturut-turut
Utang Ditimbun, Penghasilan Anjlok
Laporan keuangan WSKT hingga pertengahan Agustus 2026, mencatatkan rasio utang ekstrem hingga 97 persen dari aset. Wow.
Artinya, aset milik BUMN konstruksi ini tercatat hanya Rp68,08 triliun. Akan tetapi, porsi liabilitas atau utangnya mencapai Rp66,53 triliun yang setara 97 persen dari aset.
Paruh pertama 2026, WSKT membukukan rugi bersih Rp1,92 triliun. Meski pendapatan usaha naik menjadi Rp4,91 triliun, beban pokok pendapatan meroket 80 persen menjadi Rp4,41 triliun. Sehingga menyedot cuan, tersisa Rp500 miliar.
Beban keuangan ikut menggunung. Kas perusahaan terus terkuras karena harus menanggung beban bunga pinjaman (cost of funds) serta pengerjaan proyek-proyek lama bermargin rendah.










