Tim nasional U-16 putri Indonesia memastikan tiket ke final Srikandi Merdeka Cup 2026 setelah mengalahkan Yordania 3-0 pada semifinal di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (21/8/2026).
Kemenangan tersebut membawa Garuda Pertiwi bertemu Thailand pada partai puncak. Thailand lebih dulu memastikan tempat di final setelah menyingkirkan Malaysia dengan kemenangan telak 5-1.
Indonesia tampil agresif sejak awal pertandingan. Anak asuh Timo Scheunemann menerapkan pressing tinggi yang membuat Yordania kesulitan membangun serangan dari lini belakang.
Kesya Buka Keunggulan Indonesia
Tekanan Indonesia langsung membuahkan hasil pada menit keenam. Kesya Arabela Manisya Nian bergerak dari sisi kiri dan berhasil membongkar pertahanan Yordania.
Kesya kemudian berhadapan langsung dengan penjaga gawang lawan. Dengan tenang, ia melepaskan tembakan yang mengubah skor menjadi 1-0 untuk Indonesia.
Gol tersebut membuat Garuda Pertiwi semakin percaya diri. Indonesia terus menguasai permainan dan menekan pertahanan Yordania.
Keunggulan kembali bertambah melalui situasi bola mati. Berawal dari sepak pojok, bola liar jatuh ke kaki Jazlyn Kayla Firyal. Ia langsung melepaskan tendangan keras yang tidak mampu dihentikan kiper Yordania.
Indonesia pun unggul 2-0.
Skuad Merah Putih terus mendikte tempo permainan. Tekanan kembali menghasilkan gol pada masa tambahan waktu babak pertama.
Sebuah umpan terobosan berhasil dimanfaatkan Fadilla untuk memperlebar keunggulan Indonesia menjadi 3-0 hingga turun minum.
Yordania Bermain dengan 10 Pemain
Memasuki babak kedua, Indonesia tetap mempertahankan pressing tinggi. Namun, Yordania mengubah pendekatan dengan bermain lebih rapat dan menerapkan garis pertahanan rendah.
Situasi semakin sulit bagi Yordania setelah Leen Anzour Munir Soubar mendapat kartu merah pada menit ke-56 akibat pelanggaran keras. Yordania pun harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.
Meski unggul jumlah pemain, Indonesia justru kesulitan menambah gol. Garuda Pertiwi terlalu terburu-buru dalam membangun serangan dan penyelesaian akhir.
Indonesia tetap mendominasi hingga pertandingan berakhir. Namun, tidak ada gol tambahan sehingga skor 3-0 bertahan sampai peluit panjang.
Bek sayap kiri Indonesia, Shifana Rizka Nadhifa, mengakui timnya masih memiliki sejumlah kekurangan, terutama dalam pengambilan keputusan ketika menguasai bola.
“Ya kan kami memang unggul jumlah pemain ya 11 pemain sedangkan lawan 10 pemain. Kenapa kami tidak menambahkan gol? Soalnya kami kurang simpel mainnya, kami terlalu terburu-buru buat main ke depan,” kata Shifana seusai pertandingan.
Timo Scheunemann Anggap Final sebagai Investasi
Lolos ke final menjadi pencapaian penting bagi Indonesia. Namun, Timo Scheunemann tidak ingin keberhasilan tersebut hanya diukur dari peluang mengangkat trofi.
Pelatih berusia 52 tahun itu justru melihat pertandingan melawan Thailand sebagai kesempatan untuk memberikan pengalaman menghadapi lawan dengan level permainan yang lebih tinggi.
“Kalau mereka besok lusa main lawan Thailand itu sebuah pengalaman yang luar biasa dan itu yang kami cari,” kata Timo.
“Karena saya selalu mau mencetak pemain. Karena mencetak pemain itu jangka panjang, jangka panjang. Kalau sampai kami juara pun pialanya itu bonus,” imbuhnya.
Menurut Timo, Kesya Arabela dan kawan-kawan masih membutuhkan lebih banyak jam terbang. Pertandingan menghadapi lawan kuat menjadi bagian penting dalam proses perkembangan pemain.
Sebelumnya, Indonesia juga mendapat pengalaman menghadapi lawan tangguh seperti Australia dan Vietnam pada Piala AFF U-16 2026.
Kini, Thailand menjadi ujian berikutnya bagi Garuda Pertiwi. Timo menilai Thailand merupakan salah satu kekuatan sepak bola putri di kawasan Asia Tenggara bersama Vietnam dan Australia.
Bagi Timo, pertandingan seperti final Srikandi Merdeka Cup 2026 dapat menjadi tolok ukur perkembangan tim sekaligus menguji mentalitas para pemain muda Indonesia.
Indonesia Vs Thailand di Final
Timnas U-16 putri Indonesia akan menghadapi Thailand pada final Srikandi Merdeka Cup 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Minggu (23/8/2026).
Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Garuda Pertiwi untuk mengukur perkembangan skuad setelah melewati rangkaian pemusatan latihan dan menghadapi sejumlah lawan kuat.
Shifana menilai keberhasilan mencapai final merupakan buah dari kerja keras tim selama menjalani persiapan.
“Yang pastinya kami semua sangat senang, soalnya hasil kerja keras kami selama TC (pemusatan latihan) alhamdulillah kayak tercapai gitu bisa masuk final,” ujar Shifana.








