Tawuran antarwarga kembali pecah di Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (2/1/2026) sore. (Foto: Inilah.com/Syahidan)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Aksi tawuran antarwarga kembali terjadi di Manggarai, Jakarta Selatan pada Jumat (21/8/2026). Akibat kejadian itu, perjalanan Commuter Line Bogor–Jakarta Kota maupun sebaliknya mengalami gangguan.
Merespon hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kapolda Metro Jaya dan jajaran penegak hukum untuk menangani persoalan tersebut.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Kapolda dan jajaran penegak hukum, terutama terkait kejadian di Manggarai kemarin,” ujar Pramono di Jakarta, Sabtu (22/8/2026).
Pramono menyebut tawuran tersebut berawal dari persoalan yang menurutnya relatif kecil. Namun, persoalan tersebut kemudian berkembang setelah kelompok anak muda saling tersinggung hingga berujung pada aksi tawuran.
“Dua kelompok yang sebenarnya masalahnya kecil karena tersinggung dan sebagainya anak-anak mudanya melakukan tawuran,” ucap Pramono.
Ia menginginkan penyelesaian yang lebih mendasar dan tidak bersifat kasuistis atau hanya dilakukan ketika tawuran kembali terjadi.
“Dalam menyelesaikan masalah ini, saya ingin penyelesaian yang tidak bersifat kasuistis atau sesaat saja
Pramono mengatakan salah satu pendekatan yang akan dilakukan Pemprov DKI Jakarta adalah menyediakan ruang bagi anak-anak muda untuk menyalurkan energi mereka melalui kegiatan positif, terutama olahraga dan kegiatan yang dapat membangun interaksi antarkelompok.
“Tetapi bagaimana energi anak-anak muda itu tersalurkan dengan lebih baik dan mereka saling menghormati serta berkomunikasi dengan baik,” ungkap Pramono.
“Seperti di beberapa tempat (termasuk Manggarai nanti), di Jakarta Timur kita buatkan sarana tinju, olahraga, bulu tangkis, mini football, hingga futsal untuk mengurangi dan menyalurkan energi mereka,” sambungnya.
Pramono juga mengaitkan persoalan tersebut dengan kondisi kawasan Manggarai yang saat ini tengah mengalami banyak pembangunan dan penataan.
Menurutnya, aktivitas pembangunan dan konektivitas yang sedang dikerjakan di kawasan tersebut membuat masyarakat menghadapi dinamika tersendiri dalam kesehariannya.
“Di Manggarai, karena pemugaran sedang masif dan konektivitas sedang dibangun di mana-mana, hal kecil kadang membuat orang yang capek tidak sempat berolahraga atau berkesenian. Penyelesaiannya harus lebih mendasar dan jangka panjang,” kata dia.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.




