Heboh Inisial EJR Terseret Isu Pelecehan Seksual di Threads, Pihak El Rumi Beri Peringatan Keras!

Heboh Inisial EJR Terseret Isu Pelecehan Seksual di Threads, Pihak El Rumi Beri Peringatan Keras!

Nama musisi dan figur publik El Rumi mendadak jadi perbincangan hangat di media sosial setelah diseret-seret dalam isu dugaan pelecehan seksual.

Bola liar ini bermula dari unggahan akun anonim @ajsbsbwas di platform Threads. Akun tersebut membeberkan pengalaman traumatis terkait dugaan tindakan tak terpuji yang dilakukan sosok berinisial EJR. Kendati tak pernah menyebut nama terang, sejumlah rekam petunjuk dalam utas tersebut membuat warganet sibuk mencocokkan inisial EJR dengan sosok El Rumi.

Awal Mula Tuduhan dan Pengakuan Korban

Dalam unggahannya, pemilik akun mengaku mengidolakan EJR sejak kecil. Ia menceritakan kejadian kelam yang dialaminya setelah pergi bersama EJR dan rekannya berinisial NB ke kawasan Senayan, sebelum akhirnya berlanjut ke kediaman EJR di kawasan Pondok Indah.

Pemilik akun mengklaim kondisi fisiknya mendadak lemas dan kehilangan kesadaran setelah ditiupkan asap vape secara berulang-ulang yang diduga mengandung THC (tetrahydrocannabinol) atau zat psikoaktif ganja. Dalam kondisi tak berdaya itulah, ia mengaku menjadi korban tindakan seksual tanpa persetujuan.

Merasa trauma mendalam hingga harus berkonsultasi ke psikiater, ia mengaku pesan singkatnya tak pernah direspons EJR. Ia pun melayangkan ultimatum tujuh hari agar ada iktikad baik, atau ia mengancam bakal membeberkan bukti foto ke publik.

Kuasa Hukum El Rumi Pasang Badan

Menanggapi tuduhan yang beredar liar tanpa muara jelas tersebut, kuasa hukum El Rumi, Aldwin Rahadian, angkat bicara. Pihaknya mempertanyakan dasar warganet yang seenaknya mengaitkan inisial EJR dengan kliennya.

Aldwin menegaskan bahwa informasi dari akun anonim sama sekali tak bisa dipastikan kebenarannya dan rawan ditumpangi niat jahat. Ia meminta masyarakat tidak asal menghakimi hanya berdasarkan asumsi liar di media sosial.

“Kalau ada niat-niat jahat untuk melakukan mendiskreditkan, memfitnah, apalagi misalkan ada modus-modus yang diduga pemerasan dan sebagainya, saya warning untuk hati-hati,” tegas Aldwin.

Hingga saat ini, narasi yang beredar luas di media sosial tersebut masih murni berupa klaim sepihak dari akun anonim dan belum terbukti secara hukum.

Visited 1 times, 1 visit(s) today