Walhi Ungkap Sejumlah Perusahaan Sawit dan Tambang yang Diduga Terlibat Karhutla Kalimantan

Walhi Ungkap Sejumlah Perusahaan Sawit dan Tambang yang Diduga Terlibat Karhutla Kalimantan

Iwan Medium.jpeg

Sabtu, 22 Agustus 2026 – 14:33 WIB

Tim gabungan dari berbagai unsur berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 10,65 hektare di Kelurahan Sepan, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, setelah berjibaku sejak Rabu (19/8/2026). (Foto: Antara)

Tim gabungan dari berbagai unsur berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 10,65 hektare di Kelurahan Sepan, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, setelah berjibaku sejak Rabu (19/8/2026). (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang boleh dibilang terjadi saban tahun, sering melibatkan industri tambang, hingga perkebunan sawit di lahan gambut. 

Koordinator Kampanye Walhi Nasional, Uli Arta Siagian, mengatakan, sejak Januari hingga 27 Juli 2026, terdapat 34.262 titik panas (hotspot), dan 33.837 hektare area terbakar. Menjadikan pulau Kalimantan sebagai episentrum bencana karhutla.

“Padahal, musim kemarau belum mencapai puncaknya. Secara keseluruhan, terdapat 118.420 hotspot di seluruh Indonesia dengan luas indikatif kebakaran mencapai 107.649 hektare,” ungkapnya dikutip Sabtu (22/8/2026).

Di Borneo, Kalimantan Barat (Kalbar) mencatat hotspot tertinggi, sebanyak 17.236 titik. Luas kebakaran sekitar 28.680 hektare. Titik panas dan kebakaran juga melanda provinsi lain, seperti Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Timur (Kaltim), dan Kalimantan Utara (Kaltara).

Walhi juga mencatat adanya peningkatan hotspot yang tajam sepanjang Juli 2026. Biasanya, periode April-Juni hotspot tidak pernah melampaui 74 titik per bulan.

Namun pada Juli tahun ini, melonjak signifikan hingga 615 hotspot. “Kenaikan mencolok terjadi di Kalbar dengan 778 hotspot, atau sekitar 65 persen dari total hotspot skala tinggi di Kalimantan,” imbuhnya.

Perusahaan yang Diduga Terlibat Karhutla

Sementara, Walhi Kalsel merilis data 71 persen titik panas kebakaran hutan di lahan konsesi milik perusahaan. Terdapat 875 titik berada di konsesi tambang dan 32 titik di perkebunan sawit.

Keadaan kabut asap di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, atau sekitar Kota Banjarmasin, Rabu (19/8/2026) pagi. (Foto: ANTARA/Syamsuddin Hasan).

Secara nasional, berdasarkan data Walhi, titik panas (hotspot) teridentifikasi sebanyak 11.189 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi, sedang dan rendah.

Dari jumlah itu, sebanyak 1.351 titik berada di dalam konsesi milik 15 perusahaan. Rinciannya, sebanyak 699 titik api di dalam dan sekitar konsesi 5 perusahaan sawit.

Sebanyak 285 titik api, berada dalam konsesi 5 perusahaan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), dan sebanyak 367 titik api di dalam dan sekitar konsesi 5 perusahaan tambang.

Perusahaan-perusahaan yang dimaksud adalah PT Limpah Sejahtera (Kalimantan Barat), PT Lestari Alam Raya (Kalimantan), PT Meskom Agro Sarimas (Riau), PT Sumatra Unggul Makmur (Kalimantan/Perbatasan), PT Trisetya Usaha Mandiri 2 (Kalimantan), dan PT Sekato Pratama Makmur (Riau).

Berikutnya ada PT Bhatara Alam Lestari (Kalimantan Barat), PT Arara Abadi (Riau), dan PT Wira Karya Sakti (Jambi).

Kemudian ada PT Grace Putri Perdana (Kalimantan), Kaltim Prima Coal (KPC), Vale Indonesia Tbk, Laman Mining, Weda Bay Nickel, dan Kideco Jaya Agung.

Bahkan Perusahaan PT Limpah Sejahtera, PT Meskom Agro Sarimas, PT Sumatra Unggul Makmur, PT Sekato Pratama Makmur, PT Bhatara Alam Lestari, PT Arara Abadi dan PT Wira Karya Sakti berulang kali terdapat titik api ataupun terbakar tiap tahunnya.

“Keberulangan karhutla ini menunjukkan tidak adanya kemajuan dalam perbaikan tata kelola dan penegakan hukum terhadap perusahaan-perusahaan penjahat lingkungan,” kata Uli.

DPR Sindir Malaysia dan Singapura Terkait Karhutla

Fenomena kebakaran hutan dan lahan disingkat karhutla di Kalimantan, bikin heboh negara tetangga, yakni Malaysia dan Singapura. Karena, asapnya menyelimuti kedua negeri jiran itu.

Ketua Komisi VIII DPR, Marwan Dasopang justru menyebut kedua negara tetangga itu, seharusnya berkontribusi dalam upaya pencegahan karhutla di Indonesia. “Karena mereka memiliki kebun sawit di Indonesia,” kata Marwan di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang. (Foto: TVParlemen/Inilah.com-Reyhaanah).

Marwan mengulangi, Malaysia dan Singapura memiliki aktivitas perkebunan di Indonesia. Keduanya seharusnya ikut terlibat dalam upaya pencegahan karhutla.

“Tapi perlu juga disadarkan bahwa Malaysia, Singapura juga punya kebun juga di Indonesia. Ya jangan-jangan memprotes tapi ikut dong pencegahan, dia buka sawit juga di sini, baik perusahaan maupun orang per orang, gitu,” ujarnya.

Marwan menilai Singapura dan Malaysia juga memiliki peran dalam mencegah munculnya kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Marwan meminta negara tetangga untuk tak hanya memprotes.

“Jadi jangan asal protes dong, nah itu kira-kira. Justru menurut kita ya mereka punya peran juga dalam munculnya kebakaran hutan ini, gitu. Ya dari sisi kenegaraan kita boleh minta maaf, butuh bantuan, tapi dari sisi perilaku di lapangan mereka juga kurang punya peran di situ,” tuturnya.

Seperti diketahui, kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan tak hanya menimbulkan persoalan di dalam negeri. Asap akibat karhutla yang terjadi berpotensi meluas hingga mengganggu kualitas udara di negara tetangga.

Dilansir Bernama, Kamis (20/8) Komite Manajemen Bencana Negara Bagian Sarawak (JPBN) mengatakan 108 sekolah di wilayah Serian, Sarawak, Malaysia ditutup sementara. Indeks Pencemaran Udara (API) di kawasan itu melebihi ambang batas polusi.

Pembelajaran dan Pengajaran Berbasis Rumah (PdPR) pun diterapkan. Pembelajaran di rumah dilakukan agar aktivitas belajar siswa tidak terganggu.

“Berdasarkan Rencana Aksi Kabut Nasional, yang berada di bawah yurisdiksi direktur Departemen Pendidikan Negara Bagian Sarawak, sekolah, taman kanak-kanak, dan tempat penitipan anak akan segera ditutup begitu API mencapai 200,” ungkap JPBN Sarawak.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 3 times, 3 visit(s) today